Kancil Dan Istana Raja Hutan

 Kancil Dan Istana Raja Hutan
Digiqole ad

Di sebuah hutan rimba, hiduplah berbagai macam binatang Mulai dari yang paling jinak sampai yang paling buas. Mulai dari yang paling kecil hingga yang paling besar. Dan, berdasar hukum yang berlaku di rimba, singa menjadi raja rimba, karena ia adalah binatang yang paling kuat dan ganas.

Suatu ketika, singa si Raja Hutan memerintahkan kepada semua binatang agar berkumpul. Lalu ia berkata, ‘’Selamat datang wahai rakyatku bangsa binatang. Sebagai raja, aku akan memilih tiga diantara kalian untuk memeriksa dan memberikan pendapat mengenai istanaku.’’

Raja hutan kemudian memanggil kambing, ‘’Kambing engkaulah yang pertama yang harus memberikan penilaian atas baik buruknya istanaku.’’

Tanpa berlama-lama, kambing segera melaksanakan perintah raja hutan. Ia memeriksa dengan teliti setiap lekuk istana raja hutan. Setelah beberapa lama, kambing pun keluar dan menghadap raja hutan,  ‘’Aku sudah memeriksa setiap sudut istana tuan, dan aku memutuskan bahwa istana tuan adalah istana yang paling bersih, ‘’ kata kambing memuji.

Menanggapi pandangan sang kambing, singa menghardik, ‘’Dusta ! Engkau dusta ! Aku mengetahui istanaku tidak demikian. Aku sadar kalau istanaku kotor, mengapa engkau mengatakanya bersih ? Engkau mengatakan itu hanya untuk mendapatkan pujian dariku.

Sebagai hukumanya engkau harus kuterkam !’’

Tanpa menunggu lama, raja hutan itu pun memangsa kambing hingga mati.

Raja hutan kemudian melanjutkan perintahnya kepada si babi. Tanpa berlama-lama, babi memasuki istana raja hutan.

Di dalam istana, sambil berkeliling babi menimbang-nimbang,

‘’Kalau, aku mengatakan harum, pasti nasib aku seperti si kambing. ‘’ Kata si babi.

Babi akhirnya keluar dan berkata, ‘’ Aku sudah memeriksanya dengan cermat, dan aku berkesimpulan kalau istana tuan sangat baud an kotor.’’

Mendengar jawaban babi, dengan marah singa langsung menerkam babi dan memakanya hingga tak tersisa.

Belum merasa puas, singa kemudian menyuruh kancil untuk memeriksa istananya, ‘’Sekarang giliranmu, wahai kancil yang hina !’’

Sambil ketakutan, kancil pun segera memasuki istana raja hutan, di dalam istana ia sibuk berpikir bagaimana menghadapi kebuasan si Raja Hutan.

‘’Kalau aku mengatakan bersih, pasti nasib aku seperti kambing. Kalau aku mengatakan bau dan kotor, pasti nasib aku seperti babi, ‘’bisik si Kancil.

Setelah kancil keluar, singa bertanya, ‘’Bagaimana kancil, apakah engkau sudah memeriksa istanaku ?’’

‘’Benar tuanku raja hutan, aku sudah memeriksanya dengan sangat teliti, namun akhirnya aku tidak bisa memberikan jawaban, karena saat ini aku sedang terkena flu,

‘’jawab kancil dengan mantap.

Mendengar jawaban Kancil, Singa si Raja Hutan merasa puas dan membiarkan Kancil yang cerdas itu untuk berlalu.

Sumber: Humor Sehat ala Ustadz

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

ten + nine =