Jenazah Muslim Terduga Covid Tertukar, Keluarga Pasrah Setelah Dikremasi

 Jenazah Muslim Terduga Covid Tertukar, Keluarga Pasrah Setelah Dikremasi

Kremasi Jenazah dalam Islam (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Sebuah keluarga muslim di Batam mengaku pasrah setelah jenazah kerabatnya yang terduga Covid-19 tertukar. Pihak keluarga mengaku tak bisa berbuat apa-apa setelah sang jenazah dikremasikan.

Jenazah berinisial AH itu kini telah menjadi abu. Sebelumnya jenazah muslim ini tertukar dengan jenazah warga keturunan Tionghoa berinisial SP.

Dimana dua jenazah beda agama tersebut sebelumnya di rawat di salah satu rumah sakit di Batam Kepulauan Riau. Tepatnya pada Sabtu, 22 Mei 2021 lalu.

Jenazah muslim yang telah dikremasi itu merupakan warga Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Batam. Ia berusia 50 tahun. Sementara jenazah satunya adalah jenazah dari warga Batam Kota keturunan Tionghoa.

Dilansir dari Tribun, kasus ini berawal saat AH diduga terpapar virus corona. Petugas medis pun kemudian datang ke rumah dan menjemput jenazah AH.

Tetapi setelah dilakukan tes, diketahui bahwa jenazah AH negatif Covid-19. Namun, jenazah AH diduga tertukar dengan jenazah SP saat berada di rumah sakit.

Jenazah AH terlanjur dikremasi dan sudah menjadi abu. Saat dikonfirmasi, pihak keluarga menduga kedua jenazah itu tertukar karena kelalaian dari pihak rumah sakit.

Perwakilan pihak keluarga AH bernama Masrur Amin mengatakan bahwa pihak keluarga sudah ikhlas menerima kejadian ini. “Pihak keluarga telah mengikhlaskan peristiwa tertukarnya jenazah almarhum yang telah dikremasi,” kata Masrur, Senin (24/5/2021).

Tidak ada tuntutan hukum yang dilakukan oleh pihak keluarga AH. Namun pihak keluarga berharap rumah sakit membantu proses pemulangan jenazah yang tertukar itu.

“Keluarga berencana mengambil sisa-sisa abunya untuk dishalatkan sebelum dikebumikan,” sambungnya.

Ia mengatakan, saat ini kepolisian dan kedua pihak keluarga almarhum sudah mengadakan mediasi untuk mencari jalan tengah. Bahkan pihak kepolisian juga telah berkunjung untuk menemui keluarga almarhum AH.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

14 + 4 =