Cancel Preloader

Janji Nabi-Nabi Pendahulu Untuk Iman dan Membela Nabi Muhammad

 Janji Nabi-Nabi Pendahulu Untuk Iman dan Membela Nabi Muhammad

Prof Quraish Shihab

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Pakar tafsir alquran M. Quraish Shihab dalam bukunya berujudul Wawasan Alquran: Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat telah menjelaskan. Bagaimana para nabi-nabi pendahulu telah melakukan perjanjian khusus dengan Allah SWT. untuk iman dan membela nabi Muhammad. Jauh ribuan tahun sebelum Nabi Muhammad lahir.

Quraish Shihab menjelaskan bahwa Alquran menegaskan bahwa para nabi telah pernah diangkat janjinya untuk percaya dan membela Nabi Muhammad SAW. Hal itu tampak dalam surat Ali Imran ayat 81 disabdakan bahwa:

“Dan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, “Sungguh apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah. Kemudian datang kepadamu seorang Rasul (Muhammad) yang membenarkan kamu. Niscaya kamu sungguh-sungguh akan beriman kepadanya dan menolongnya.” Allah berfirman, “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku yang demikian itu?” Mereka menjawab, “Kami mengakui…” (Qs. Ali Imran [3]: 81).

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Demi (Allah) yang jiwaku berada pada genggaman-Nya, seandainya Musa as hidup, dia tidak dapat mengelak dari mengikutiku.” (HR Imam Ahmad).

Nabi Muhammad dan Kelahirannya

“Tidak jelas kapan dan bagaimana perjanjian yang disinggung ayat tersebut. Setidaknya, ia mengisyaratkan bahwa Allah SWT. telah merencakanan sesuatu untuk Nabi Muhammad SAW jauh sebelum kelahiran beliau,” tulis Quraish Shihab dikutip Hidayatuna, Selasa (22/12/2020).

Sementara pakar menyatakan bahwa kematian ayah beliau sebelum kelahiran, kepergiannya ke pedesaan menjauhi ibunya, serta ketidakmampuannya membaca dan menulis merupakan strategi yang dipersiapkan Tuhan kepada beliau untuk dijadikan utusan-Nya kepada seluruh umat manusia kelak.

“Bahkan ulama lain meyakini bahwa pemilihan hal-hal tertentu berkaitan dengan beliau bukanlah kebetulan,” ungkapannya.

Misalnya bulan lahir, hijrah, dan wafatnya pada bulan Rabi’ul Awal (musim bunga). Nama beliau Muhammad (yang terpuji), ayahnya Abdullah (hamba Allah), ibunya Aminah (yang memberi rasa aman), kakeknya yang bergelar Abdul Muththalib bernama Syaibah (orang tua yang bijaksana), sedangkan yang membantu ibunya melahirkan bernama Asy-Syifa’ (yang sempurna dan sehat), serta yang menyusukannya adalah Halimah As-Sa’diyah (yang lapang dada dan mujur).

“Semuanya mengisyaratkan keistimewaan berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW. Makna nama-nama tersebut memiliki kaitan yang erat dengan kepribadian Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.

Alquran dalam surat Al-A’raf (7): 157 juga menginformasikan bahwa Nabi Muhammad SAW pada hakikatnya dikenal oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Hal ini antara lain disebabkan: “Mereka mendapat (nama)-nya tertulis di dalam Taurat dan Injil.” (Qs. Al-A’raf [7]: 1567).

Romandhon MK

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

seventeen − 3 =