Cancel Preloader

Jangan Pintar Aja, Attitude Juga Harus Ada

 Jangan Pintar Aja, Attitude Juga Harus Ada

Ilustrasi/Hidayatuna

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Menjadi orang pintar memang sangat membanggakan. Tidak hanya orang tua saja, tetapi juga orang lain yang mengenal kita.

Memiliki otak yang encer dipandang sebagai orang yang berpendidikan dan dijamin memiliki masa depan yang cerah. Tapi, tidak semua orang pintar memiliki sikap atau attitude yang baik.

Bisa saja orang yang pintar akan merasa dirinya lebih hebat, patut dihormati, hingga akhirnya melupakan adab yang seharusnya diterapkan dalam setiap kehidupan. Dalam Islam sendiri, adab sangatlah dijunjung tinggi.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Furqan ayat 63 yang artinya:

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.”

Jangan Terlena Dengan Ilmu

Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslimin dan muslimat. Bahkan bagi kamu yang sudah kecanduan menuntut ilmu, kamu tidak akan merasa puas dengan ilmu yang didapat.

Kamu akan terus menggalinya, bahkan jika memungkinkan untuk sekolah di negeri orang pun dijalaninya. Tapi ingatlah satu hal yang sangat penting.

Saking keasyikan menuntut ilmu, jangan sampai kita terlena dan membuat kita membangga-banggakannya hingga menjadikan diri ini sombong. Apalagi sampai lupa apa sebenarnya manfaat dari ilmu yang kita dapatkan tersebut.

Sebab ilmu tersebut tentu saja datang dari Allah SWT dan kemudahan serta kelancaran kita untuk menyerapnya juga berkat kekuasaan-Nya. Kita juga harus menyadari bahwa masih banyak orang di luar sana yang lebih pintar daripada kita.

Pada hakikatnya, ilmu yang kita peroleh haruslah diaplikasikan. Di mana bisa memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar sehingga tidak sebatas kita cari ilmunya, lalu disimpan untuk diri sendiri. Hal seperti ini tentu akan sia-sia saja.

Adab Harus Diutamakan Dalam Menuntut Ilmu

Betapa pentingnya adab dalam kehidupan sehari-hari sudah sering sekali disampaikan pada banyak ceramah. Bahkan saat kita menuntut ilmu di sekolah pun, dari bangku TK hingga perguruan tinggi, pengajaran tentang sikap masih selalu diberikan. Baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sejak sekolah di bangku TK pastinya kita diajarkan untuk bersalaman dengan guru ketika tiba dan pulang sekolah. Begitu juga saat di bangku SD hingga SMA.

Lalu di bangku perkuliahan, ketika kita hendak bertemu dosen untuk konsultasi, pastinya kita akan membuat janji terlebih dahulu melalui sebuah pesan. Di situlah etika komunikasi kita dipergunakan sebagai bentuk hormatnya mahasiswa pada dosen.

Jika etika tersebut tidak diterapkan, apa yang terjadi? Jangan harap dosen akan meresponnya. Bisa-bisa kamu yang akan selalu ditandai oleh dosen karena sikapmu yang tidak baik.

Sebab sikap kita sangatlah berpengaruh pada penilaian orang lain terhadap diri kita. Ketika kita memiliki attitude yang baik, orang lain akan memandang kita dengan baik dan pastinya turut menghormati dan menghargai kita juga.

Orang pandai yang menjaga attitude-nya secara baik, ia tidak akan puas dengan ilmu yang dimilikinya. Ia juga akan memperlakukan ilmu tersebut untuk jalan yang baik.

Misalnya untuk membangun desanya agar sejahtera. Bahkan jika kamu pandai dan ber-attitude, kamu juga tidak akan melupakan jasa guru-gurumu.

Dengan begitu, dalam Islam posisi adab adalah di atas segalanya. Tidak terkecuali saat kita menjadi orang yang berilmu karena menjadi pintar bukan alasan agar kita bisa menjadi yang lebih hebat.

Justru kita semakin sadar bahwa diri ini tidak ada apa-apanya dengan segala sumber ilmu yang sudah disediakan Allah SWT. Sehingga kita harus menjaganya sebaik mungkin dan dipergunakan untuk kemaslahatan bersama.

Widya Resti Oktaviana

Widya Resti Oktaviana

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two × 4 =