Jangan Kesal dan Putus Asa Karena Tertundanya Pengabulan Doamu

 Jangan Kesal dan Putus Asa Karena Tertundanya Pengabulan Doamu

Jangan Kesal dan Putus Asa Karena Tertundanya Pengabulan Doamu

Oleh: Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya

HIDAYATUNA.COM – Ibn Atha’illah Al-Iskandari berkata: “Jangan sampai tertundanya karunia Tuhan kepadamu setelah engkau mengulang-ulangi doamu membuat engkau putus asa. Karena Dia menjamin pengabulan doa sesuai dengan pilihan-Nya, bukan sesuai pilihanmu, pada waktu yang Dia inginkan, bukan pada waktu yang kau inginkan.”

Alangkah indah dan dalam kalimat hikmah Ibnu Atha’illah, dalam pesan hikmahnya yang ke-6 itu, yang saya kutip di dalam bukunya, Terjemah al-Hikam, hal. 11.

Kalimat hikmah Ibn Atha’illah al-Iskandary di atas dapat saya sederhanakan sebagai beri berikut: “Jangan sampai engkau putus asa karena tertundanya karunia Tuhan setelah engkau mengulang-ulangi doa dan permohonanmu.  Engkau harus tahu bahwa Dia menjamin doamu dikabulkan sesuai dengan pilihan-Nya, bukan sesuai dengan pilihanmu, dan pada waktu yang Dia inginkan, bukan pada waktu yang engkau inginkan.”

Engkau harus tahu bahwa Allah telah berjanji:

1. “Berdoalah kepada-ku, niscaya akan Kukabulkan bagimu.” (QS. al-Mu’min [40]: 60)

2. “Jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, wahai Muhammad, maka jawablah bahwa Aku sangat dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.”

Engkau harus meyakini bahwa:

  • Allah pasti mengabulkan doamu. Jangan pernah berburuk sangka kepada Tuhanmu karena doamu ditunda pengabulannya. Jangan pernah kesal, karena permohonanmu belum diperkenankan Tuhanmu. Boleh jadi, hal itu menjadi ujian bagianmu. Ujiannya adalah agar engkau lebih banyak lagi berdoa dan terus bermohon kepada-Nya. Permohonanmu yang banyak dan bertumpuk itu, jika sampai pada waktu yang dikehendaki oleh Allah, dan sesuai dengan keinginan-Nya untuk dikabulkan, maka engkau menerima pengabulan doa yang sangat luar biasa.
  • Pengabulan doamu  harus sesuai dengan yang diinginkan oleh Allah, karena boleh jadi yang engkau inginkan berbeda dengan yang Allah inginkan untukmu. Boleh jadi yang engkau inginkan dalam doamu tidak lebih baik daripada apa yang Allah inginkan. Saat itulah, Allah memberimu yang terbaik daripada yang engkau minta.
  • Pengabulan doamu harus pada waktu yang dikehendaki oleh Allah, bukan pada waktu yang engkau kehendaki. Sebab, Allah memberinya pada waktu yang lain lebih baik daripada Dia memberinya pada waktu yang engkau kehendaki.
  • Yang jelas, doamu tidak akan pernah disia-siakan oleh Allah dan pasti dikabulkan oleh Allah. Kalau Allah menunda pengabulannya, berarti Allah menginginkan yang terbaik untukmu. Pengabulan semua doamu oleh Allah tidak akan pernah mengurangi apa yang dimiliki oleh Allah. Bahkan, seandainya semua manusia, dari manusia pertama hingga manusia terakhir, berdoa kepada Allah dan semua doa mereka dikabulkan oleh Allah, maka apa yang dimiliki oleh tidak akan berkurang sedikit pun. Oleh sebab itu, berdoa-doalah dengan berbaik sangka kepada Allah, kalau doa belum dikabulkan-Nya.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

five × 1 =