Cancel Preloader

Istri Berhak Mengajukan Syarat Pada Suami Saat Akad Nikah?

 Istri Berhak Mengajukan Syarat Pada Suami Saat Akad Nikah?

Istri Berhak Mengajukan Syarat Pada Suami Saat Akad Nikah?

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Meski banyak yang tidak memakai syarat dalam pernikahan saat akad, ternyata mengajukan syarat bagi seorang istri ini penting lho. Islam memberi hak kepada kaum wanita untuk mengajukan syarat dalam akad nikah.

“Ugbah ibn ‘Amir r.a. meriwayatkan Rasulullah berkata, “Dari semua syarat yang harus kamu penuhi syarat-syarat yang menjadikannya sah untuk melakukan hubungan seks (maksudnya akad nikah) adalah yang paling utama untuk dipenuhi.” (HR Bukhari dan Muslim)

Di antara syarat-syarat yang boleh diajukan oleh seorang wanita muslim dalam akad nikahnya adalah bahwa suaminya tidak memaksanya pindah dari rumah atau dari kotanya. Atau memaksanya hidup bersama keluarga sang suami atau siapa pun yang tidak disukainya atau bepergian dengannya. Atau mengambil istri lagi tanpa mengizinkannya meminta cerai.

Meski demikian, banyak wanita merasa enggan memasukkan syarat-syarat semacam itu meskipun semuanya merupakan hak yang diberikan padanya dalam Islam. Syarat lain yang bisa disebutkan dalam akad nikah adalah hak wanita melanjutkan pendidikannya setelah menikah.

Ketika Rasulullah SAW menikah dengan Siti Hafsah, putri Umar ibn al-Khattab ra. Dia ingin sekali supaya guru pribadi Syifa’ tetap mengajarinya sampai gadis itu bisa membaca dan menulis dengan baik.

Suami harus menyetujui semua syarat yang telah disetujui dan dimasukkan dalam akad nikah. Jika demikian, istrinya punya hak untuk membatalkan pernikahan.

Selain itu, sang istri akan punya hak untuk minta cerai jika ini telah disetujui sebelum pernikahan dilangsungkan dan disebutkan dalam akad nikah. Sebaliknya, wanita itu dilarang menuntut calon pengantin pria menceraikan istrinya jika dia sudah mempunyai istri se belumnya.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda.

ولا تنسأل المرأة طلاق أختها

“Seorang wanita tidak boleh menuntut (pada saat pernikahan) diceraikannya saudarinya sesama Muslim (istri lain dari calon suaminya).” (HR Bukhari)

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

twelve − ten =