Istighfar Agung, Ijazah Syekh Nawawi Al-Bantani

 Istighfar Agung, Ijazah Syekh Nawawi Al-Bantani

Istighfar Agung, Ijazah Syekh Nawawi Al-Bantani

HIDAYATUNA.COM – Istighfar agung ini diijazahkan Syekh Nawawi al-Bantani, seorang ulama besar yang dijuluki Sayyid Ulama al-Hijaz (Pemimpin Ulama Hijaz) dan berasal dari serang banten.

Syekh Nawawi menyebutkan bahwa istighfar ini dapat menjadi wasilah agar berbagai hajat kita dikabulkan, rezeki kita diluaskan oleh Allah SWT dan juga bagi keluarga yang merindukan hadirnya seorang anak insyaallah akan segera diberikan oleh Allah SWT.

Hal ini sebagaimana janji Allah SWT dalam al-Quran surah Nuh ayat 10 -12 :

فَقُلۡتُ اسۡتَغۡفِرُوۡا رَبَّكُمۡؕ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًا يُّرۡسِلِ السَّمَآءَ عَلَيۡكُمۡ مِّدۡرَارًا وَّيُمۡدِدۡكُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّبَنِيۡنَ وَيَجۡعَلۡ لَّـكُمۡ جَنّٰتٍ وَّيَجۡعَلۡ لَّـكُمۡ اَنۡهٰرًا

“Maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”

Sanad Ijazah ini dari KH. Ahmad Jamaluddin dari KH. Ahmad Umar Khudori dari KH. Bustomi al-Bantani dari Abuya Abdul Halim al-Bantani dari Abuya Jasir al-Bantani dari Syekh Nawawi bin Umar al-Bantani.

Istighfar ini sangat singkat dan terdapat dalam kitab Tausih ‘Ala Ibni Qosim karya Syekh Nawawi al-Bantani. Beliau berkata :

قَالَ بَعْضُهُمْ مَنْ أَرَادَ اَنْ يُرْزَقَ مَالاً اَوْ وَلَدً اَوْ بُسْتَاناً اَوْ غَيْرَ ذَالِكَ فَلْيُكْثِرْ مِنَ الإِسْتِغْفَارِ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَاَتُوْبُ اِلَيهْ

Sebagian ulama berkata, barangsiapa ingin mendapatkan rezeki berupa harta, anak, kebun/sawah atau lain sebagainya maka perbanyaklah membaca istighfar أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَاَتُوْبُ اِلَيهْ

Cara Mengamalkannya :

Dari penjelasan diatas dapat kita pahami bahwa bacaan sholawat ini sangat singkat yaitu أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَاَتُوْبُ اِلَيهْ Astaghfirullah Wa Atubu ilaih

Berikut empat cara mengamalkanya :

  1. Dibaca 70 kali atau 100 kali setiap selesai shalat fardhu.
  2. Jika terlalu berat maka bisa dibaca 70 kali atau 100 kali setelah shubuh dan setelah shalat ashar sebanyak.
  3. Dibaca setelah shalat sunah hajat pada malam hari sebanyak 4444 kali.
  4. Jika hajatnya sangat besar sekali maka hendaknya istighfar tersebut sebanyak 100.000 kali dan boleh dicicil selama beberapa hari dan dibaca dalam kondisi berwudhu serta menghadap kiblat.

Baca Juga : Fadilah Luar Biasa Sayyidul Istighfar, Raja Segala Istighfar

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

three × one =