Israel Batasi Pegerakan Para Aktivis di Tepi Barat

 Israel Batasi Pegerakan Para Aktivis di Tepi Barat

HIDAYATUNA.COM, Ramallah – Menteri Urusan Tentara Pendudukan Israel, Naftali Bennett, mengeluarkan kebijakan untuk membatasi segala aktivitas aktivis-aktivis perdamaian berpartisipasi dalam demonstrasi penolakakan terhadap eksploitasi tembok Apartheid di Tepi Barat.

Keputusan tersebut diambil dalam koordinasi dengan kepemimpinan tentara Israel di Tepi Barat, serta polisi setempat. Hal ini disinyalir dari Channel 12 berbahasa Ibrani, dikutip Ahad (19/1/2020).

Tentara Israel menuduh para aktivis kiri memprovokasi unsur-unsur tentara di daerah Tepi Barat, saat pardemonstrasi akhir pekan di wilayah pendudukan dan pemukiman Israel, seperti Bil’in, Ni’lin, Kafr Qaddum, dan Nabi.

Dia mencatat bahwa keputusan itu menargetkan para aktivis sayap kiri. “Tidak ada yang berhak untuk melukai tentara kita. Sudah waktunya untuk menghentikan provokasi ini dan menindak mereka,” kata Bennett seperti dilaporkan Quds Press.

Ratusan aktivis perdamaian berpartisipasi setiap pekan, dalam beberapa demonstrasi menentang Tembok Apartheid di Tepi Barat yang diduduki.

Otoritas pendudukan Israel mulai membangun tembok antara Tepi Barat dan wilayah Palestina yang diduduki sejak masa pemerintahan Ariel Sharon tahun 2002, dengan dalih “mencegah serangan Palestina terhadap Israel”, dan Palestina menyebutnya “tembok apartheid.”

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *