Islamic Parenting: Orangtua Wajib Tahu, Begini Cara Pengasuhan Anak

 Islamic Parenting: Orangtua Wajib Tahu, Begini Cara Pengasuhan Anak

Islamic Parenting: Orangtua Wajib Tahu, Begini Cara Pengasuhan Anak (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Tehran – Memutuskan untuk menjadi orangtua merupakan tanggung jawab yang berat. Memberikan pengasuhan yang tepat untuk buah hati Anda adalah hadiah terbaik yang dapat orangtua berikan. 

Sebab setiap anak berhak untuk memiliki orangtua yang baik, yang memberikan pendidikan yang layak untuk meningkatkan kesejahteraannya. Namun, mengasuh anak tidak pernah menjadi tugas yang mudah, rumit dan menakutkan karena anak-anak kita tidak datang dengan begitu saja.

Prinsip-prinsip Islam, dapat memberi kita pendekatan pengasuhan yang efektif untuk membesarkan anak-anak yang salih. Meskipun tidak ada instruksi pasti untuk mengasuh anak.

Meskipun ada strategi yang dicoba dan dalam psikologi modern dibenarkan, berdasarkan teori perkembangan anak. Prinsip-prinsip Islam yang berakar pada Alquran dan ucapan para Imam dan Nabi Muhammad (Saw) juga merupakan harta yang besar untuk membimbing orangtua dalam membesarkan anak-anak mereka. 

Anak-anak terlahir suci, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw: “Tidak ada yang dilahirkan kecuali menurut sifat intrinsik, tetapi orangtua mereka yang menjadikan Yahudi, Kristen, atau Majusi.”

Menjadi Guru, ‘Digugu dan Ditiru’ Anak

Sebagai aturan umum, anak-anak belajar apa yang mereka lihat lebih dari apa yang didengar. Dalam rangka membesarkan anak yang salih dan salihah, sebagai orangtua, hal pertama yang harus dilakukan adalah menjadi panutan bagi mereka.  

Anak-anak dilahirkan murni, polos dan secara naluriah cenderung percaya kepada Allah. Oleh karena itu, ketika seorang anak berperilaku buruk, kemungkinan besar, mereka meniru apa yang mereka lihat, dan tidak dapat disalahkan. 

Untuk memelihara kebaikan bawaan anak, orangtua harus membimbing mereka dengan berperilaku baik. Tidak hanya menyuruh berbuat baik menjadi orang yang bertaqwa, tetapi mencontohkan kepada mereka bagaimana menjadi orang baik dan bertaqwa.

Perbuatan lebih mudah ditiru anak, perlakukan anak-anak dengan kebaikan dan penuh belas kasih. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw memperlakukan semua orang dengan kebaikan dan kasih sayang, terutama anak-anak. 

Nabi Saw biasa membiarkan anak-anak menaiki punggungnya saat sujud. Beliau pun rela bersujud cukup lama agar cucunya bisa memucat sebanyak yang mereka inginkan.

Bagaimana Ketika Anak Melakukan Kesalahan?

Penting untuk Anda dipahami, bahwa adalah sifat alami seorang anak ialah bermain, bahkan membuat kesalahan.

Ketika anak-anak Anda membuat kesalahan, alih-alih menyalahkan dan memarahi mereka. Dalam Islamic parenting, cara terbaik adalah memaafkan mereka.

Sebaiknya Anda jelaskan mengapa yang mereka lakukan salah. Kemudian Anda bantu mereka untuk memperbaiki kesalahan mereka dan ajarkan mereka meminta maaf atas kesalahannya. 

Nabi Muhammad Saw juga menekankan pentingnya memeluk dan mencium anak-anak untuk membuat mereka merasa aman dan diinginkan. Hal ini akan berdampak pada perkembangan mereka di masa dewasa, anak-anak akan cenderung menurunkan kasih sayang secara fisik dari orangtuanya meski bertambah usia 

Secara ilmiah, kontak kulit, atau sentuhan fisik seperti berpelukan dan berciuman, adalah salah satu stimulasi terpenting yang dibutuhkan. Sikap inilah yang akan membantu untuk menumbuhkan kesehatan dan kecerdasan otak. Sekaligus membantu mendukung perkembangan emosi.

 

 

Sumber :

https://iqna.ir/en/news/3476555/islamic-parenting-guidance-perfect-means-of-upbringing

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

5 × 2 =