Islam Indonesia Diramal Ulama Iran Akan Pimpin Dunia

 Islam Indonesia Diramal Ulama Iran Akan Pimpin Dunia

Pendidikan Islam dalam Kemajemukan (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Pemimpin atau ulama Syiah Iran berkeyakinan bahwa umat Islam di Indonesia kelak akan memimpin dunia. Hal itu disampaikan oleh orang nomor dua yang berpengaruh di Iran, setelah Ayatullah Khomeini.

Ia melihat di masa depan, umat Islam akan kembali memimpin tampuk kepemimpinan dunia. Namun kali ini, bukan umat Islam dari Arab atau pun Turki yang akan memimpin, melainkan umat Islam dari Indonesia.

Kisah tersebut disampaikan ulang oleh Ketua PP Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas beberapa waktu lalu, dalam acara halal bihalal Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa pernyataan itu disampaikan pemimpin Syiah Iran saat dirinya berkunjung ke Iran.

“Ketika saya berkunjung ke Teheran, tahunnya saya lupa. Saya diterima oleh orang kedua setelah Ayatullah Khomeini, saya lupa namanya,” kata Anwar Abbas dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, Selasa (25/5/2021).

Dia bilang begini lanjut Anwar Abbas, bahwa umat Islam akan kembali memimpin dunia, tapi umat muslim yang akan memimpin dunia itu bukan datang dari Timur Tengah, bukan umat Islam dari Turki dan bukan umat Islam dari Iran.

“Tetapi umat Islam dari Indonesia,” kenangnya.

Diketahui, Ayatullah atau grand ulama adalah gelar bagi pemimpin tertinggi Iran. Di Iran, Ayatullah memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan presiden. Sehingga kemungkinan besar orang yang dijumpai Anwar Abbas merupakan wakil pemilik gelar Ayatullah.

“Saya ya kaget juga. Dan beliau berpesan, kata beliau tolong jaga ukhuwah dan silaturahim antara NU dan Muhammadiyah. Itu, pesannya itu,” jelasnya.

Setelah peristiwa itu, Anwar Abbas melihat ternyata orang di luar negeri dalam melihat muslim di dalam negeri ini memiliki harapan besar. Mereka melihat ada harapan besar akan adanya kemajuan dalam umat Islam Indonesia.

“Dalam kesimpulan Ayatullah itu, NU dan Muhammadiyah akan memainkan peran penting. Karena itu tolong, silaturahim dan ukhuwah itu dijaga,” sambungnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

18 − 1 =