Iran Kembangkan Sistem Pendeteksi Pesawat Siluman Musuh

 Iran Kembangkan Sistem Pendeteksi Pesawat Siluman Musuh

Pendeteksi Pesawat Siluman (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Teheran – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini, Iran sebagai salah satu negara yang memiliki kemajuan di bidang teknologi terus mengembangkan sistem perhanan mereka. Salah satunya pengembangan alat untuk mendeteksi pesawat siluman musuh.

Upaya ini dilakukan Iran untuk menuju kemandirian di bidang hal peralatan pertahanan dan persenjataan mereka. Sejak mendapat sanksi berupa embargo beberapa tahun silam, perkembangan industri pertahanan Iran telah membuat beberapa lompatan besar.

Salah satunya adalah dengan diciptakannya alat pendeteksi pesawat siluman. Beberapa bukti kecanggihan alat pertahanan Iran ditunjukkan pada 2019 silam.

Di mana saat itu pertahanan udara Iran mampu menembak jatuh drone RQ-4A milik Amerika Serikat (AS) yang mengganggu wilayahnya. Dilansir dari Sindonews, saat ini Iran telah mengumumkan induksi enam proyek militer domestik baru mereka.

“Namun, negara itu hanya meluncurkan dua di antaranya ke publik yakni radar baru dan pusat komando untuk sistem pertahanan udara buatan Iran,” tulis laporan tersebut dikutip Jumat (3/9/2021).

Penambahan itu dilakukan Iran untuk mengupgrade sistem pertahanan negaranya. Dengan demikian, pihak hal-hal yang menyangkut kedaulatan wilayahnya akan bisa dipertahankan.

Termasuk menjaga wilayahnya dari serangan pesawat tempur siluman dan pesawat yang terbang pada ketinggian rendah. Karena itulah Iran mengembangkan sistem bertahanan tersebut.

Jenderal Pertahanan Udara Iran Alireza Sabahi Fard memuji peralatan baru yang dikembangkan dan diproduksi di Iran itu untuk memperkuat kemampuan pertahanan negaranya.

“Hari ini, pertahanan udara (Iran) telah mencapai tingkat kemampuan tempur yang tidak membutuhkan (bantuan) dari negara lain,” ungkap Fard.

Di antara tambahan terbaru untuk Angkatan Bersenjata Iran adalah radar array tiga dimensi “Alborz” yang mampu mendeteksi target udara yang dilengkapi dengan teknologi siluman sejauh 450 kilometer.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

nineteen − 12 =