Innalillahi, Israel Ubah Masjid Bersejarah Ini Jadi Bar

 Innalillahi, Israel Ubah Masjid Bersejarah Ini Jadi Bar

Innalillahi, Israel Ubah Masjid Bersejarah Ini Jadi Bar

HIDAYATUNA.COM, Tel Aviv – Tindakan Israel yang merubah masjid bersejerah di Palestina menjadi sebuah bar pada tahun lalu kembali mencuat.

Kabar ini tak banyak diketahui publik, namun setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengubah Hagia Sophia menjadi masjid, tindakan keji Israel itu pun kembali viral.

Dalam laporannya pada 14 April 2019, Gulf News menjelaskan bahwa Israel mengubah Masjid Al Ahmar peninggalan abad ke-13 menjadi bar. Sementara aula utamanya dimnafaatkan untuk pesta pernikahan.

Terletak di Palestina Utara, masjid tersebut sejatinya adalah bangunan heritage. Karena telah dibangun sejak abad 13.

Namun secara semena-mena oleh perusahaan Israel diganti menjadi tempat mabuk. Sejak tahun 1948, Masjid Al Ahmar ini telah dikuasai para geng Yahudi.

Sebelum di rumah menjadi bar, awalnya masjid bersejarah ini difungsikan sebagai sekolah Yahudi dan sempat juga dimanfaatkan untuk gudang pakaian.

Sekretaris badan abadi Islam Palestina, Khair Tabari dalam pernyataannya di surat kabar Al Qodus Al Arabi yang berbasis berbasis di London mengaku terkejut dengan tindakan Israel tersebut.

Ia tak habis pikir, bangunan heritage warisan abad 13 diubah begitu saja menjadi bar. Apalagi bangunan itu merupakan tempat ibadah umat Islam.

“Saya terkejut ketika saya melihat aspek sabotase di dalam masjid,” ungkap Khair Tabari dikutip dari Detik, Sabtu (18/7/2020).

Ajukan Gugatan ke Pengadilan

Atas tindakan yang tidak etis Israel itu, ia kemudian mengajukan gugatan ke pengadilan Nazareth. Dalam gugatannya ia mendesak agar bersejarah itu diserahkan ke dana abadi Islam.

“Namun pengadilan belum memutuskan gugatan tersebut ketika itu,” sambungnya.

Sementara itu, sejarawan asal Safad Palestina, yakni Mustafa Abbas menjelaskan nama masjid Al Ahmar ini diambil dari batu merah yang ada di masji tersebut.

“Masjid Al Ahmar mendapatkan namanya dari batu merahnya. Saat ini, digunakan dalam beberapa cara kecuali sebagai tempat salat bagi umat Islam,” jelasnya.

Ia menambahkan, kelompok Muslim yang mengunjungi tempat itu menghadapi serangan dari penjajah Yahudi.

“Masjid ini memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang langka karena didirikan oleh Mameluke Sultan Al Daher Baibars (1223-1277 M),” tandasnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

19 + five =