Inilah Sunahku

 Inilah Sunahku

Jawaban Syekh Abdullah Sirâjiddîn Pada Perempuan yang Bermimpi Rasulullah (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Sunah Rasulullah Saw tidak terbatas pada satu dimensi saja. Ada sunah beliau yang berkaitan dengan masalah akidah (dalam konteks inilah makna sunah dalam pemakaian ulama salaf ; dalam bidang akidah).

Ada sunah beliau yang berkaitan dengan ibadah. Ada sunah beliau yang berkaitan dengan adat kebiasaan. Tapi ada yang menarik. Meskipun ada sunah dalam akidah, ibadah, kebiasaan dan sebagainya.

Namun tidak ada satu hadis pun dalam kutub sittah (sepanjang yang saya tahu) yang di dalamnya Rasulullah Saw menegaskan bahwa, “Inilah sunahku…” (ada memang hadis dalam shahihain dengan redaksi: “Siapa yang tidak suka sunahku maka ia bukan bagian dariku,” dan ini berkaitan dengan masalah menikah, puasa dan tidur di malam hari).

Satu-satunya hadis dimana Nabi menegaskan bahwa “inilah sunahku…” justru tidak berkaitan dengan masalah akidah atau ibadah sama sekali, melainkan dalam masalah kesucian hati.

***

Perhatikan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam Sunah-nya berikut ini :

قال أنس بن مالك قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم: يا بني، إن قدرت أن تصبح وتمسي ليس في قلبك غش لأحد فافعل، ثم قال لي: يا بني وذلك من سنتي، ومن أحيا سنتي فقد أحبني، ومن أحبني كان معي في الجنة. (قال الترمذي: هذا حديث حسن غريب من هذا الوجه)

Anas bin Malik berkata, “Rasulullah Saw bersabda padaku: “Ananda, kalau engkau bisa setiap pagi dan sore hari, di dalam hatimu tidak ada rasa benci pada siapapun juga maka lakukanlah. Ananda, inilah sunahku. Siapa yang menghidupkan sunahku berarti ia mencintaiku. Siapa yang mencintaiku ia akan bersamaku di surga.”

Tanpa mengabaikan sunah-sunah dalam bidang akidah, ibadah dan sebagainya, mari berikan perhatian yang lebih besar pada sunah Rasulullah yang satu ini ; kebersihan hati.

Kalau yang disorot selalu sunah dalam masalah ibadah furu’iyyah, apalagi masalah penampilan luar, sementara sunah yang lebih esensi yang langsung ditegaskan oleh Nabi melalui sabdanya: “inilah sunahku…” diabaikan, tentu ini ibarat mencari penjahit tapi kapak hilang.

والله تعالى أعلم وأحكم

Yendri Junaidi

Pengajar STIT Diniyah Putri Rahmah El Yunusiyah Padang Panjang. Pernah belajar di Al Azhar University, Cairo.

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 × 3 =