Inilah Bukti Ulama Salaf Menerima Hadis Daif

 Inilah Bukti Ulama Salaf Menerima Hadis Daif

Mengenal Imam Hafs bin Ibrahim Al-Kufi, Sang Ahli Qira’at dari Baghdad (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta –Tentu saya terkejut dengan sosok yang menulis secara khusus hadis-hadis daif dalam Kitab Muwatha’.

“Kok lancang sekali”, batin saya. Sudah pasti penulisnya ini taklid kepada Syekh Albani yang juga menghimpun hadis-hadis daif dari kitab Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah bahkan Al-Adab Al-Mufrad.

Namun, ulah mereka ini dapat kita petik sebuah kesimpulan, yakni para ulama Salaf menerima hadis daif, dan justru bertentangan dengan manhaj yang tidak mau pada hadis daif.

1. Musnad Ahmad (L 164 H)

Musnad Ahmad salah satu kitab hadis terbesar yang berisi 27 ribu lebih hadis-hadis Nabi. Tentu sangat banyak riwayat daif di dalamnya.

Sebab pengakuan beliau:

قال أحمد بن حنبل إذا روينا عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: في الحلال والحرام شددنا في الأسانيد وإذا روينا عن النبي صلى الله عليه وسلم في فضائل الأعمال ومالا يضع حكماً ولا يرفعه تساهلنا في الأسانيد.

Artinya:

“Ahmad bin Hambal berkata: “Bila kami meriwayatkan dari Nabi tentang hukum halal dan haram, maka kami sangat selektif dalam hal sanad. Jika kami meriwayatkan keutamaan amal dan selain hukum, maka kami tidak selektif.” (Thabaqat Hanabilah, 1/171)

2. Al-Adab Al-Mufrad Imam Bukhari (L 194 H)

Kitab Sahih Al-Bukhari hanya memuat hadis-hadis Sahih. Namun Imam Bukhari punya kitab lain, bernama Adab Al-Mufrad.

Terdiri dari 1213 riwayat, rincian: Sahih 998. Dan riwayat Daif: 215.

3. Sunan Abi Dawud (L 202 H)

Kitab ini adalah karya ulama ahli hadis, Abu Dawud. Ditulis berdasarkan bab dalam kitab Fikih. Memuat sebanyak 4589 hadis dan atsar.

Setelah dikaji ternyata Abu Dawud menyertakan 1125 riwayat daif. Bahkan Syekh Albani menuduh ada 2 maudhu’/ hadis palsu.

3. Sunan At-Tirmidzi (L 209)

Sebanyak 4415 hadis dan atsar. Setelah dikaji ternyata Tirmidzi menyertakan 553 riwayat daif.

Bahkan Syekh Albani menuduh ada 7 maudhu’/ hadis palsu.

4. Sunan Ibni Majah (L 209 H)

Memuat sebanyak 4328 hadis dan atsar. Setelah dikaji ternyata Ibnu Majah menyertakan 948 riwayat daif.

Bahkan Syekh Albani menuduh ada 41 maudhu’/ hadis palsu.

Bagaimana dengan Al- Muwatha’ karya Imam Malik? Beliau lahir pada tahun 90 H. Kitab ini termasuk generasi awal karya kitab yang menghimpun hadis.

Imam Malik, guru dari Imam Syafii. Beliau murid dari Az-Zuhri, ulama pertama yang menulis hadis atas perintah Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Karya Al-Muwatha melalui jalur Yahya Al-Laitsi menghimpun sekitar 1856. Dr Salim Al-Hilali mengkaji ada 333 riwayat daif dalam kitab tersebut.

Semua yang saya cantumkan adalah ulama ahli hadis dari masa Salaf. Ternyata semuanya menerima dan menuliskan hadis daif di kitab-kitab mereka.

Jika hari ini ada yang mengaku-ngaku ikut ulama Salaf dengan menyatakan diri bernama Salafi, lalu ulama salaf mana yang mereka ikuti?

Karena pada kenyataan bahwa ulama Salaf menulis hadis daif di kitab-kitab mereka. []

Ma'ruf Khozin

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *