Inilah Bacaan Doa Terbaik di Malam Hari Raya Idul Adha

 Inilah Bacaan Doa Terbaik di Malam Hari Raya Idul Adha

Inilah Bacaan Doa Terbaik di Malam Hari Raya Idul Adha

HIDAYATUNA.COM – Malam hari raya Idul Adha adalah salah satu malam terbaik untuk berdoa, karena Rasulullah SAW telah menjamin bahwa tiap doa yang dipanjatkan pada malam hari raya akan dikebulkan Allah SWT.

Sebagaimana hadis berikut :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : خَمْسُ لَيَالٍ لا تُرَدُّ فِيهِنَّ الدَّعْوَةُ: أَوَلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، وَلَيْلَةُ الْجُمُعَةِ، وَلَيْلَةُ الْعِيدَيْن

Artinya : “Rasulullah SAW bersabda, Ada 5 malam dimana pada malam tersebut doa tidak akan tertolak, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat dan dua malam hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha).

Begitu luar biasanya malam hari raya ini hingga disebutkan bahwa siapa yang menghidupkan malam tersebut maka Allah SWT akan menghidupkan hatinya disaat banyak hati yang mati :

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحْيَا لَيْلَتَيْ الْعِيدَيْنِ أَحْيَا للَّهُ قَلْبَهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ

Artinya : Dari Abu Umamah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Barangsiapa menghidupkan (dengan ibadah) pada malam dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) maka Allah akan menghidupkan hati orang tersebut disaat banyak hati yang mati.”

Penjelasan Hadis

Syaikh Abdul Hamid Al-Quds menjelaskan bahwa maksud dari hadis diatas adalah barang siapa yang menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha (dengan beribadah) maka Allah SWT akan menjaganya dari mati yang berakhir dengan keburukan (Suul Khotimah).

Dalam kitab Tadzkir al-Nas, Syekh Abdul Qodir al-Jaelani menceritakan bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib selalu fokus dan khusyu beribadah pada malam-malam hari raya :

قَالَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ذَكَرَ الشَّيْخُ عَبْدُ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ فِي الْغُنْيَةِ أَنَّ سَيِّدَنَا الْإِمَامَ عَلِيَّ بْنَ أَبِيْ طَالِبٍ كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ كَانَ يُفَرِّغُ نَفْسَهُ لِلْعِبَادَةِ فِيْ أَرْبَعِ لَيَالٍ فِي السَّنَةِ، وَهِيَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبَ وَلَيْلَتَا الْعِيْدَيْنِ وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ

“Tuanku Habib Ahmad bin Hasan al-‘Athhos berkata, Syekh Abdul Qadir al-Jaelani menyebutkan dalam kitab Al-Ghunyah Li Thaalibi Thariqil Haqqi ‘Azza Wa Jalla, bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib selalu mengosongkan waktunya dan fokus beribadah pada empat malam dalam satu tahun. Malam pertama bulan Rajab, dua malam hari raya (Idul Fitri dan Idul Adlha) serta malam Nishfu Sya’ban”.

Bacaan Doa Malam Hari Raya

Inilah bacaan doa Sayyidina Ali yang beliau panjatkan pada malam hari raya :

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي مُحَمَّدٍ وَآلِهِ مَصَابِيْحِ اْلحِكْمَةِ وَمَوَالِي النِّعْمَةِ ومَعَادِنِ اْلعِصْمَةِ وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ وَلَاتَأْخُذْنِيْ عَلَي غِرَّةٍ وَلَا عَلَي غَفْلَةٍ وَلَا تَجْعَلْ عَوَاِقبَ اَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً وَارْضَ عَنِّيْ فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ وَاَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ وَاعْطِنِيْ مَالَايَنْفَعُكَ فَإِنَّكَ اْلوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ اْلبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ فَاعْطِنِيْ السَّعَةَ وَالدَّعَةَ وَاْلاَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَاْلمُعَافَاةَ وَالتَّقْوَي وَافْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ وَعَلَي اَوْلِيَائِيْ فِيْكَ وَاعْطِنِيْ اْليُسْرَ وَلَاتَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ وَاَعِمَّ بِذَلِكَ اَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَاِخْوَانِيْ فِيْكَ وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ

Artinya “Ya Allah, berikanlah rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lampu-lampu hikmah, tuan-tuan nikmat, sumber-sumber penjagaan, jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka, janganlah engkau hukum aku atas kelengahan dan kelalaian.”

“Janganlah engkau jadikan urusanku suatu kerugian dan penyesalan. Ridhoilah aku. Sesungguhnya ampunan-Mu untuk orang-orang dzalim dan aku termasuk dari mereka.”

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dosa yang tidak merugikan-Mu, berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat kepada-Mu. Sesungguhnya rahmat-Mu teramat luas, hikmah-Mu indah. Berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, perlindungan (dari segala penyakit) dan ketaqwaan.”

“Tuangkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku, kepada kekasih-kekasihku karena-Mu. Berilah aku kemudahan dan janganlah jadikan bersamanya kesulitan.”

“Liputilah dengan karunia-karunia tersebut kepada keluargaku, anakku, saudara-saudaraku karena-Mu dan para orang tua yang melahirkanku dari kaum muslimin, muslimat serta kaum mukminin dan mukminat.”

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

seventeen − 7 =