Ini Waktu yang Haram Untuk Jima Bagi Suami-Istri

 Ini Waktu yang Haram Untuk Jima Bagi Suami-Istri

Hukum istri melakukan onani terhadap suami (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Hubungan intim suami-istri atau jima dalam Islam sudah ditetapkan kewajibannya dan diatur dalam syariat. Sebagai pasangan mukmin, Anda harus tahu ada beberapa hal yang diharamkan dalam jima.

Di dalam Islam sendiri terdapat waktu-waktu yang diharamkan untuk melakukan hubungan suami istri ini. Hal itu sebagaimana dikutip dari buku Fiqh Keluarga Terlengkap yang ditulis Rizem Aizid.

Ia menjelaskan, tujuan dari penetapan etika dan aturan berjima adalah untuk kemaslahatan. Hubungan intim yang dilakukan manusia memiliki tingkat kemuliaan tersendiri di dalam Islam.

“Karena itu, hubungan intim harus dilakukan dalam etika dan aturan khusus agar tidak mengurangi kemuliaannya,” tulis Rizem Aizid, dikutip Hidayatuna, Kamis (5/11/2020).

Adapun waktu-waktu yang diharamkan untuk berhubungan intim salah satunya adalah di waktu siang hari di bulan Ramadhan.

“Jelas, waktu ini sangat dilarang berhubungan intim bagi suami-istri. Kenapa? Sebab, pada bulan ini umat Islam diwajibkan berpuasa. Dan berhubungan intim saat berpuasa adalah haram,” ungkapnya.

Waktu haram berjima lainnya lanjut dia adalah saat ibadah haji. Adapun bunyi dalil yang mengharankan ini adalah sebagaimana firman Allah SWT yang terdapat dalam surat al-Baqarah ayat 197.

Selain itu, waktu yang haram untuk berhubungan intim suami istri adalah ketika beri’tikaf di masjid. Pun demikian dengan suami yang mezhihar istrinya.

“Apa itu zhihar? Zhihar bermakna perkataan seorang suami kepada istrinya dengan lafadz “Kamu bagiku seperti punggung ibuku” atau perkataan lain yang sepadan dengannya yang intinya mengharamkan dirinya daro menggauli istri sebagaimana mengharamkan ibu sendiri atau saudara yang mahram,” jelasnya.

Selanjutnya yang diharamkan jima ketika istri dalam keadaan haid dan nifas. “Waktu yang dilarang bersetubuh adalah ketika Istri sedang haid dan nifas,” tandasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *