Cancel Preloader

Ini Penyebab Kenapa Doa Kita Belum Diijabah

 Ini Penyebab Kenapa Doa Kita Belum Diijabah

Ini Penyebab

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Setiap manusia pasti memiliki harapannya masing-masing yang disampaikan melalui rangkaian doa untuk ditujukan kepada Allah SWT. Berharap doa tersebut bisa segera dikabulkan dan apa yang menjadi keinginannya bisa tercapai.

Doa sendiri merupakan bentuk dari Habluminallah, yakni hubungan dengan Allah SWT. Di mana berdoa adalah cara kita berkomunikasi dengan Sang Khaliq. Sebagai makhluk ciptaan-Nya, manusia tentunya akan selalu membutuhkan Allah SWT dalam kondisi apapun.

Kita menjalankan sholat setiap hari, mengaji, dan berbuat baik adalah karena Allah SWT. Allah SWT lah yang berhak memutuskan apa yang terbaik dan apa yang tidak untuk kita.

Bahkan dalam urusan doa pun, keputusan tetap ada pada Allah SWT yang memiliki hak penuh untuk mengabulkannya atau tidak.

Sebagaimana di dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 216 yang artinya:

Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Jika kita sudah menjalankan sholat wajib lima waktu dengan rajin, sholat sunnah, mengaji, bersedekah, dan berbuat baik, tetapi doa kita belum juga terkabul.

Apa yang terjadi? Apakah masih ada yang salah dengan cara kita berdoa?

Penyebab Doa Kita Belum Dikabulkan Allah SWT

Jika kita sudah berdoa dan berikhtiar, namun belum juga menampakkan hasilnya, maka ada beberapa penyebab yang membuat doa kita tidak kunjung diijabah Allah SWT. Apa saja penyebab tersebut?

1 Berdoa Untuk Hal Yang Buruk

Terkadang demi memuaskan hasrat karena kebenciannya pada seseorang, maka kebencian tersebut pun turut dibawa dalam doanya. Di mana meminta Allah SWT agar menurunkan kemalangan pada orang yang Anda benci.

Sedangkan di sisi lain, Allah SWT selalu memaafkan setiap hamba-hambanya. Allah SWT tidak akan mengabulkan doa  dari hamba-Nya yang mamanjatkan doa dengan niatan untuk memutus silaturahmi.

Sebagaimana di dalam hadist riwayat Musllim, Abu Hurairah dari Rasulullah saw bersabda:

Doa seseorang senantiasa akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk perbuatan doa ataupun untuk memutuskan tali silaturahmi dan tidak tergesa-gesa.” Seorang sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa?’

Rasulullah saw menjawab, ‘Yang dimaksud dengan tergesa-gesa adalah apabila orang yang berdoa itu mengatakan, ‘Aku telah berdoa dan terus berdoa tetapi belum juga dikabulkan’. Setelah itu, ia merasa putus asa dan tidak pernah berdoa lagi.”

2. Masih Menjalankan Perbuatan Maksiat

Ketika kita berdoa dan memohon agar hajat kita segera dikabulkan Allah SWT, namun di samping itu kita masih menjalankan perbuatan maksiat, maka hal inilah yang bisa menjadi penghambat dari terkabulnya doa kita.

Manusia akan selalu diliputi dengan kesalahan, namun manusia juga diberi kesempatan untuk bertaubat. Dengan bertaubat, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa kita. Karena baik dosa besar maupun dosa kecil sekali pun akan menjadi penghalang dari terkabulnya doa-doa kita.

3. Allah SWT Menunda Doa Kita Atau Menggantinya

Allah SWT tahu dengan pasti apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Oleh karena itu, ketika doa kita belum juga dikabulkan, maka kemungkinan besar Allah SWT masih menunda terkabulnya doa kita atau justru menggantinya dengan yang lebih baik.

Dalah hal ini husnudhon atau berprasangka baik, khususnya pada Allah SWT sangatlah penting. Bukan saja baik untuk membersihkan prasangka di hati, tetapi juga yakin sepenuhnya kepada Allah SWT bahwa Allah SWT akan memberikan yang terbaik untuk kita.

Meskipun keputusan dari Allah SWT tidak sesuai dengan keinginan Anda, namun percayalah bahwa di balik itu semua ada hikmah berharga yang bisa dipetik. Dan suatu saat Anda akan menyadarinya bahwa keputusan Allah SWT adalah benar dan sebagai bukti kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya.

Jadi, ketika doa kita belum juga diijabah oleh Allah SWT, maka akan lebih baik jika kita mengevaluasinya kembali. Apakah doa-doa yang kita panjatkan sudah benar-benar tulus dan jauh dari maksiat atau belum. Karena di dalam berdoa sesungguhnya membutuhkan ketulusan, kepasrahan, dan yakin sepenuhnya kepada Allah SWT sebagai penentu dari doa-doa kita.

Widya Resti Oktaviana

Widya Resti Oktaviana

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

thirteen + ten =