Ini Penjelasan Muhammadiyah Tarik Dana Mereka dari Bank Syariah

 Ini Penjelasan Muhammadiyah Tarik Dana Mereka dari Bank Syariah

Ini Penjelasan Muhammadiyah

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Baru baru ini kabar mengejutkan datang dari Muhammadiyah. Pihaknya mengaku akan menarik seluruh dana mereka dari Bank Syariah Indonesia. Penarikan dana mereka ini menyusul kebijakan pemerintah yang me-marger seluruh bank syariah.  Untuk kemudian dijadikan jadi satu bank syariah di bawah Bank Syariah Indonesia.

Lantas apa alasan Muhammadiyah menari semua dana mereka yang ada di Bank Syariah Indonesia? Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah, Anwar Abbas menilai. Proses merger bank syariah milik BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia akan memicu usaha mikro kecil sulit tertolong.

“Kesimpulannya Bank Syariah Indonesia yang baru ini sangat-sangat tidak terlalu bermanfaat untuk umat dan UMKM. Dan jelas akan sangat-sangat bermanfaat untuk usaha besar,” kata Anwar Abbas. Dalam keterangan tertulis dikutip dari Okezone, sebagaimana dilansir Kamis (17/12/2020).

Anwar Abbas pun menegaskan bahwa ekonomi umat berada di UMKM dan pembentukan Bank Syariah Indonesi. Menurutnya untuk membela usaha-usaha besar dan tidak membela UMKM, di mana 99,99% umat berada di sektor tersebut.

Anwar menjelaskan, Muhammadiyah dengan teologi almaunnya ingin membela orang yang lemah. Oleh karena itu, Bank Syariah Indonesia seharusnya berpihak kepada UMKM.

“Tapi karena Bank Syariah Indonesia sudah menjadi bank yang besar tentu dia tidak lagi akan bermain di yang kecil atau UMKM,” jelasnya

Dia juga menyebut bahwa bank hasil penggabungan itu tidak sesuai dengan sikap dan pandangan ekonomi Muhammadiyah (teologi almaun) dan tidak sesuai dengan UUD 1945 Pasal 33 di mana kegiatan ekonomi tersebut harus diorientasikan kepada sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Untuk itu Muhammadiyah akan mencari mitra bank pemerintah yang syariah yang tidak ikut merger atau dengan bank pembangunan daerah (BPD) syariah dan atau yang memiliki unit usaha syariah dan dengan bank-bank umum swasta yang syariah atau memiliki unit usaha syariah dan dengan BPRS-BPRS dan BTM Serta BMT.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

five × 5 =