Ini Cara Memberi Makna Rasa Syukur dalam Diri

 Ini Cara Memberi Makna Rasa Syukur dalam Diri

cara syukur

HIDAYATUNA.COM – Pernah berfikir atas pencapaian yang dilakukan pada hari ini? Bahkan meskipun hanya sekadar menyelesaikan tugas-tugas kecil. Misalnya, bangun pagi, mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan hingga membereskan kamar dengan rapi.

Bentuk hal kecil yang jarang kita sadari nyatanya memberikan pengaruh besar. Hal ini berpengaruh terhadap kehidupan kita di masa yang akan datang. Juga berpengaruh terhadap kedisiplinan diri hingga kesadaran diri untuk taraf kebiasaa hidup yang lebih baik.

Perlu kita sadari bahwa dari berbagai kejadian yang ada, sumber tersebut datangnya dari Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam al-Quran surah An-Nahl ayat 53, yang artinya: Dan apa saja nikmat yang ada padamu dari Allah-lah datangnya.”

Namun, dari hal yang kecil yang sudah dilewati, bisakah kita bercermin untuk mengucapkan rasa syukur. Atas apa yang sudah terjadi dan semuanya tidak luput dari peran besar Allah Yang Maha Kuasa.

Meski sering sekali kita lihat bahwa tolok ukur kebahagiaan seseorang berbeda. Namun, rasa syukur tetaplah jangan pernah lepas dari kehidupan kita sebagai makhluk yang tidak bisa tanpa adanya perantara Allah di dalamnya.

Rasa syukur seharusnya memang datang ketika kita diliputi oleh rasa bahagia. Dalam memaknai kebahagiaan, setiap orang memiliki standart kebahagiaan yang berbeda.

Ada yang bahagia ketika akan menjadi seorang ayah, ada yang bahagia karena membeli mobil baru, ada pula yang bahagia karena bisa makan ayam. Begitulah standar kehidupan masing-masing individu. Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk memilih kebahagiaan yang ada pada dirinya.

Tidak hanya kebahagiaan, dalam hidup kita juga memiliki cobaan yang selalu menghampiri. Mulai dari cobaan yang berat, sedang hingga ringan. Mulai dari masalah pribadi, masalah dengan keluarga hingga masalah dengan sekitar.

Hal ini terkadang bisa menjadi beban bagi seseorang dalam menjalani kehidupan. Memakna kejadian, baik kebahagiaan ataupun cobaan. Kita harus bisa mensyukurinya.

Intinya dari berbagai kenikmatan kebahagiaan serta cobaan yang diberikan oleh Allah Swt, jangan pernah meniadakan syukur dan menjadikan syukur kewajiban dalam diri kita sebagai manusia.

Islam juga menganjurkan kita untuk selalu bersyukur sebagaimana firman Allah dalam al-Quran surah Al-Baqarah ayat 152, yang artinya: Karena itu, ingatlah kalian kepada-ku, niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian. Dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku.

Bagaimana cara kita bersyukur?

Bersyukur itu memiliki banyak macam implementasi yang dilakukan. Mulai dari sekedar mengucapkan syukur seperti “alhamdulillah”, menerima berbagai hasil yang diperoleh atas usaha maksimalnya, berbagi dengan sesama.

Hingga memberikan apresiasi terhadap diri sendiri atas pencapaian yang dilakukan dengan semangat yang tiada henti selama ini ditorehkan. Meski demikian, rasa syukur nyatanya bukan hanya sekedar kata yang menjadi kewajiban semata.

Lebih dari itu, hidup penuh dengan rasa “syukur” harus menjadi bagian dari kehidupan kita sebagai manusia.

Bagaimana tips agar mudah bersyukur?                                                 

Kebanyakan dari kita sulit bersyukur karena beberapa hal. Bisa faktor diri sendiri, bahkan lingkungan.

Maka dengan ini, latihlah diri kita utuk menjadi pribadi yang penuh syukur dengan berbagai hal. Mulai dari tidak selalu melihat ke atas, dengan artian bahwa banyak yang jauh lebih buruk hidupanya dari kita.

Banyak di antara kita yang gagal, banyak diluar sana yang belum mampu makan nasi, dan masih banyak hal lain yang terjadi diluar sana. Dengan melihat ini, maka dalam diri kita akan selalu besyukur kepada Allah.

Selanjutnya, biasakanlah diri untuk mengucapkan terimakasih. Tiga kata yang sangat ampuh yang menjadi keramat dalam hidup kita, yakni: tolong, maaf dan terimakasih. Ketiganya harus selalu menjadi pegangan agar hidup kita penuh hati-hati dan mudah bersyukur atas apa pun yang ada.

Tidak hanya itu, hiduplah dengan meminimalisir mengeluh dengan segala keadaan. Hal ini akan membuat mental kita kuat menghadapi segala macam cobaan yang melanda dalam seharian sebagai manusia, yang tidak akan pernah lepas dari masalah dari beban atau pun dari segala macam bentuk apapun yang membuat kita merasa  bingung.

Segala macam bentuk pikiran yang diproduksi oleh pikiran akan berdampak pada kenyataan yang ada. Jika hidup diisi dengan berbagai keluhan, maka tubuh kitapun akan merespon ketikdakmampuan untuk melakukan sesuatu.

Muallifah

Mahasiswa S2 Universitas Gajah Mada, Penulis lepas

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *