Ini Alasan Raja Abrahah Bernafsu Ingin Hancurkan Ka’bah

 Ini Alasan Raja Abrahah Bernafsu Ingin Hancurkan Ka’bah

Ini Alasan Raja Abrahah Bernafsu Ingin Hancurkan Ka’bah

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Dalam sejarahnya bangunan Ka’bah pernah akan dihancurkan oleh Raja Abrahah dengan pasukan gajahnya. Lantas mengapa raja Abrahah sangat bernafsu ingin menghancurkan Ka’bah?

Saat berhadapan dengan kakek Rasulullah SAW, Abdu Muthalib, Raja Abrahah yang hendak menghancurkan Ka’bah berkata, “Saya ini tidak ingin merusak orang-orang Mekkah, orang-orang Quraish. Saya hanya kecewa punya tempat ibadah (al Qulays) dikencingi, diberakin. Sehingga saya ingin merobohkan Ka’bah. Tapi dengan damai, gak ada perang.”

Dialog di atas dinukil dari ulama muda ‘alim, pakar turats klasik Islam, Gus Baha atau KH. Ahmad Bahauddin Nursalim dalam sesi pengajiannya. Lantas seperti apa bangunan al-Qulays, tempat ibadah yang dibanggakan Raja Abrahah tersebut?

Mengenal Al-Qulays

Sejarawan Jawwad Ali dalam bukunya al Mufashal fi Tarikh al Arab Qabla al Islam dikutip dari Medcom menjelaskan bangunan al Qulays merupakan bangunan yang sangat megah. Bangunan ini mempunyai pintu dengan tinggi 10 hasta dan lebar 4 hasta. Dimana pintu-pintu tersebut terbuat dari tembaga murni.

“Lorong masuk dari pintu ke bagian dalam berukuran 8×40 hasta, dengan tiang-tiang yang digantungi pagar berukir dan berpaku dari emas dan perak,” tulis Ali dikutip Sabtu (11/7/2020).

Abrahah sangat percaya diri dengan kemegahan bangunan al-Qulays yang memiliki keindahan tersebut. Ia berharap dengan bangunan tersebut orang-orang bisa dibuat kagum dan tertarik untuk mengunjungi al Qulays.

Sayangnya, harapan itu tidak sesuai ekspektasi. Pasalnya orang-orang Arab lebih meminati dan bangga dengan sebuah bangunan kuno yakni Ka’bah yang terletak di negara sebelah untuk diziarahi.

Sudah sejak lama, Kota Makkah menjadi penting secara sosial, ekonomi, politik, dan keagamaan akibat keberadaan bangunan yang dipugar di masa Nabi Ibrahim dan putranya itu.

Tidak putus asa, Abrahah terus menggencarkan propaganda bahwa keberadaan al Qulays jauh lebih suci dan agung ketimbang Ka’bah. Orang-orang yang mendengarnya, bahkan setengah muak.

Sampai suatu hari Abrahah menemukan kotoran yang di lempar seseorang tak dikenal ke dinding bangunan andalannya itu. Tentu, ia marah, dan langsung menuding bahwa itu adalah perbuatan orang Makkah.

Pembisik Abrahah menuduh pelakunya adalah suku Quraisy yang notabene sebagai penjaga Ka’bah dan kota Makkah. “Sontak Abrahah murka. Ia bersumpah akan meratakan Ka’bah dan Quraisy hingga rata dengan tanah,” jelasnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

thirteen + one =