Ini 9 Tips agar Perempuan Bisa Saling Menguatkan

 Ini 9 Tips agar Perempuan Bisa Saling Menguatkan

Ini 9 Tips agar Perempuan Bisa Saling Menguatkan (Ilustrasi/Freepik_Macrovector)

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Isu tentang kesetaraan gender dan gerakan feminisme makin hari memang makin ramai diperbincangkan. Namun kita tidak dapat menutup mata bahwa sampai saat ini masih ada yang menganggap sesama perempuan sebagai ancaman yang harus dilawan.

Bahkan dalam beberapa kasus di media sosial, komentar perempuan terhadap perempuan seringkali lebih kejam dan jahat.

Misalnya dalam persoalan perselingkuhan. Tidak sedikit perempuan yang lebih senang menyerang pihak perempuan, dibandingkan pihak laki-laki.

Itu artinya persaudaraan antar perempuan sampai saat ini masih belum terbangun.

Hal ini juga disampaikan oleh Shera Rindra Mayangputri, aktivis perempuan yang aktif menginisiasi program edukasi kesetaraan gender, bahwa pertemanan yang positif antara perempuan (sisterhood) di Indonesia belum terbangun secara baik.

Melihat fenomena tersebut Ester Lianawati dalam buku Akhir Pejantanan Dunia mengajak kita untuk melihat akar permasalahannya, yakni budaya patriarki.

Menurutnya stigma-stigma antar perempuan akan terus ada, selama patriarki itu berkuasa.

Oleh karenanya, salah satu perlawanan yang arus dilakukan perempuan adalah mengatasi persaingan antar perempuan.

Setidaknya ada sembilan tips yang disarankan oleh Ester Lianawati supaya persaingan antar perempuan tidak terus terjadi.

Pertama, menyelidiki diri sendiri, bukan orang lain. Artinya setiap perempuan harus fokus melihat diri sendiri dan fokus menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada pada diri sendiri.

Kedua, mengembangkan harga diri dengan mengembangkan keterampilan, mengolah bakat dan memperluas minat.

Seseorang yang memandang dirinya positif tidak akan melihat orang lain sebagai ancaman.

Dengan begitu ia akan selalu merasa aman, percaya diri dan mencintai diri sendiri.

Ketiga, setiap perempuan harus fokus berkarya dan melakukan hal-hal positif. Dengan begitu, ia akan menghabiskan waktunya untuk berkarya, bukan bergosip. Apalagi berkomentar negatif di media sosial.

Keempat, hargai karya dan pencapaian perempuan. Berikan pujian yang eksplisit untuk menghargai karya-karya perempuan.

Jika memang tidak suka, sebisa mungkin harus menahan agar tidak berkomentar negatif, apalagi terhadap detail yang tidak penting.

Kelima, selalu tanyakan pada diri sendiri apakah kita sudah puas dengan hidup kita sendiri.

Lalu tanyakan juga pada diri sendiri mengapa kita tidak suka dengan kebahagiaan dan pencapaian perempuan lain? Pertanyaan-pertanyaan ini penting, supaya kita terus berfokus pada diri sendiri.

Karena hanya perempuan yang tidak merasa terancam yang bisa mendukung dan mengembangkan perempuan lain.

Keenam, hindari relasi dengan perempuan yang membuat kita tidak nyaman dan tidak bisa bertumbuh.

Ketujuh, selalu tanyakan pada diri sendiri, apakah perilaku kita menginspirasi orang lain untuk melakukan kebaikan atau justru malah menimbulkan kecemburuan?

Tanyakan juga pada diri sendiri, bagaimana kita dapat menginspirasi perempuan lain, ketimbang menimbulkan iri hati dan kecemburuan?

Kedelapan, kembangkan persaudaraan antar perempuan dukung dan fokus pada kekuatan setiap perempuan.

Kesembilan, jangan merasa terserang oleh perempuan lain karena ia cantik, cerdas dan punya kelebihan yang tidak kita miliki.

Jangan melihatnya sebagai musuh atau ancaman. Justru perbedaan ini harus kita jadikan kekuatan, sebab persaudaraan antar perempuan itu bukan meniadakan keragaman, melaikan memeluknya untuk menjadi sumber kekuatan.

Sejalan dengan sembilan tips ini, Ibu Nyai Dra. Hj. Badriyah Fayumi, Lc., M.A juga menyampaikan bahwa sesama perempuan harus menumbuhkan rasa persaudaraan sebagaimana yang tercermin pada Q.S. Al-Hujurat (49) ayat 11-12 yang menggambarkan bahwa sesama perempuan dilarang mengolok-olok satu sama lain, saling mencela, memanggil dengan sebutan yang buruk, menjauhi berprasangka tidak baik apalagi melakukan stereotyping yang masih dianggap biasa di masyarakat, mencari-cari kesalahan orang lain dengan maksud merendahkan, dan bergunjing.

Dengan begitu wahai bestie-bestie-ku semuanya, mari saling berpegangan tangan dan saling menguatkan satu sama lain.

Sebab seperti yang disampaikan oleh Kak Ester bahwa meskipun pengalaman dan pengetahuan setiap perempuan beragam, tetapi perempuan di belahan bumi mana pun punya satu pengalaman yang sama, yaitu sama-sama ditindas dan dijadikan objek.

Oleh karenanya dengan saling dukung dan menguatkan satu sama lain, akan ada banyak energi postif yang bisa disebarkan.

Sehingga dengan energi tersebut mampu menciptakan kekuatan dan kebahagiaan untuk banyak orang di lingkungan kita.

Bukankah akan lebih menyenangkan jika setiap perempuan bisa bertumbuh dan berdaya bersama? []

Fitri Nurajizah

Fitri Nurajizah, biasa disapa Fitri. Saat ini bekerja sebagai staff admin media sosial mubadalah.id dan aktif di komunitas perempuan berkisah, cherbon feminist dan puan menulis. Fitri biasa mengabadikan kegiatan sehari-harinya di Instagram @fitri_nurajizah dan bisa dikontak melalui email fitrirul24@gmail.com atau 085221322714.

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *