Kisah Inspiratif

Ingin Rezeki Lancar ? Tirulah Adab Makan KH. Hasyim Asy’ari berikut

HIDAYATUNA.COM – Islam adalah agama yang sangat lengkap mengatur segala tindak laku pemeluknya, mulai dari bangun tidur hingga hendak kembali tidur, termasuk juga untuk urusan tata cara makan.

Rasulullah SAW pun telah mengajarkan berbagai adab saat makan dalam berbagai hadis, diantaranya adalah hadis yang terdapat dalam shahih muslim berikut :

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ جَمِيعًا عَنْ سُفْيَانَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ عَنْ وَهْبِ بْنِ كَيْسَانَ سَمِعَهُ مِنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ كُنْتُ فِي حَجْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِي يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

Artinya : “dari ‘Umar bin Abu Salamah ia berkata; Dulu aku berada di pangkuan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lantas tanganku memegang piring, maka beliau bersabda kepadaku: “Wahai anak, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu.”

Pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari adalah diantara sosok yang mengajarkan pentingnya adab saat makan, terutama kepada anak cucunya.

Beliau berpesan bahwa adab saat makan berkaitan erat dengan datangnya rezeki dalam kehidupan kita.

Di saat makan, kalau mau menambah maka sisakan yang ada di piring jangan dihabiskan terlebih dahulu. Tetapi disisakan entah satu atau dua sendok agar rizkinya tidak habis. Setelah itu, baru tambah entah nasi atau lauk pauknya, agar kita mendapat rizki dari Allah pada saat kita tidak mendapatkan kenikmatan yang diberikan lagi oleh Allah.” tutur KH. Hasyim Asyari kami kutip dari tebuireng.online.

Diikuti oleh Keturunan Beliau

Putra beliau, KH. Karim Hasyim juga berpesan terkait adab makan ini dengan mengatakan agar kita memakan bagian lauk yang lezat di akhir.

Baca Juga :  Kisah Gadis Mualaf Asal Jepang Ini Bikin Hati Terenyuh

“Cara menikmati makanan, yang kurang enak dimakan terlebih dahulu sedangkan yang enak di akhir. Sama dengan kita hidup, kita harus merasakan hal-hal yang kurang enak di hati kita. Toh, nanti kita akan merasakan sesuatu yang enak dikemudian hari.”

Putra KH. Hasyim Asy’ari lainnya yaitu KH. Yusuf Hasyim juga berkata bahwa “Kepribadian seseorang itu dapat terlihat saat ia makan.” tulis Ahmad Faozan Direktur Unit Penerbitan Tebuireng.

Sedangkan melihat Gus Dur cucu Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dalam hal makan, nampaknya semua makanan nikmat. Walaupun terkadang dilarang oleh dokter tetap saja dalam luar kesempatan sering melanggar.

Begitupun dengan Gus Sholah, beliau makan lahap sekali apapun lauknya, meskipun hanya tahu dan tempe plus sayur. Gus Sholah juga sering makan dengan menu yang sama yang dimakan para santri,hal ini untuk mengetahui komposisi gizi yang dimakan para santri-santri beliau.

Ila Rukhi KH. Hasyim Asy’ari, KH. Karim Hasyim, KH. Yusuf Hasyim, KH. Aburrahman Wahid (Gus Dur), KH. Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) Lahumul Fatihah.

Sumber : tebuireng.online

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close