Imbauan KJRI Jeddah Agar Umat Islam Indonesia Tunda Umrah

 Imbauan KJRI Jeddah Agar Umat Islam Indonesia Tunda Umrah

KJRI Jeddah Imbau Umat Islam Indonesia Tunda Umrah (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Imbauan untuk menunda umrah datang langsung dari Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi. Dalam imbauannya, KJRI Jeddah meminta agar umat Islam di Indonesia tidak melakukan kegiatan umrah untuk sementara waktu.

Hal itu disampaikan oleh KJRI Jeddah, Eko Hartono. Dirinya meminta kegiatan umrah bagi umat Muslim RI ditunda menunggu hingga situasi pandemi di Indonesia membaik.

Kaitannya dengan imbauan penundaan itu, sebenarnya pemerintah Arab Saudi sendiri telah mengizinkan muslim Indonesia untuk menunaikan umrah di Makkah. Dengan catatan setiap masing-masing WNI harus memiliki keterangan sudah divaksin dan melakukan karantina terlebih dahulu di negara ketiga.

“Untuk saat ini, sebaiknya menunda dulu umrah sambil berusaha agar pandemi Covid-19 di Indonesia bisa segera ditangani bersama dengan baik,” ujar Eko dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (27/7/2021).

Sebagaimana diketahui bahwa surat edaran dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada 25 Juli 2021 menyebutkan kegiatan ibadah umrah akan dibuka kembali pada 1 Muharram atau 10 Agutus 2021. Ketentuan itu bagi berlaku bagi masyarakat Arab Saudi sendiri dan jemaah dari luar negeri.

Penerbangan langsung diizinkan untuk semua negara kecuali India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brazil, Afrika Selatan, dan Lebanon. Warga dari sejumlah negara yang dikecualikan itu diharuskan menjalani karantina 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di Arab Saudi.

“Bagi yang tetap ingin umrah, bisa dicoba melalui negara ketiga dengan ketentuan karantina 14 hari di negara tersebut, namun tentunya negara tersebut juga tidak ada hambatan masuk Saudi,” jelasnya.

Eko mengingatkan umrah melalui negara ketiga pasti akan membutuhkan proses yang lebih lama dan biaya yang lebih mahal. “Juga pembatasan gerak selama ibadah karena protokol kesehatan yang bagi sebagian akan dirasakan kurang nyaman,” ungkapnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

5 × two =