Imam Syafi’i Bagi Waktu Malamnya Menjadi Tiga

 Imam Syafi’i Bagi Waktu Malamnya Menjadi Tiga
Digiqole ad


HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Umat Islam di seluruh dunia tentu tidak asing lagi dengan sosok Imam Syafii. Salah satu imam mazhab fikih yang menjadi rujukan utama muslim di Indonesia.

Imam mazhab yang memiliki nama lengkap Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’i bin As-Saib bin Ubaid bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Al Muthalib bin Abdul Manaf bin Qusayy bin Kilab ini ternyata membagi waktu malamnya menjadi tiga bagian.

“Imam Syafi’i selama hidupnya membagi waktu malamnya menjadi tiga, yaitu sepertiga untuk menulis kitab, sepertiga untuk shalat malam, dan sepertiga untuk istirahat,” ungkap Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo, Muhammad Tholhah al Fayyadl dalam sebuah artikelnya dikutip Kamis, (11/6/2020).

Mengenai hal itu, Muhammad Tholhah menukil dari kisah yang disampaikan Rabi’ bin Sulaiman, salah satu murid Imam Syafi’i yang sering menginap di rumah gurunya itu mengatakan,“Aku tak pernah melihat Imam Syafi’i di rumahnya kecuali ia sangat sedikit tidur di malam hari.”

Selain itu, soal cerita Imam Syafi’i yang membagi waktu malam hari menjadi tiga bagian juga diungkapkan oleh murid Imam Syafi’i yang lain, yakni Husain al-Karabisi.

Dalam kisahnya, Husain al-Karabisi mengatakan, “Aku tinggal bersama Imam Syafi’i selama 80 malam. Aku melihat Imam Syafi’i shalat selama sepertiga malam. Di dalam shalatnya Imam Syafi’i tak pernah membaca ayat Al-Qur’an kurang dari 50 ayat, terkadang beliau membaca seratus ayat.”

“Ia selalu berdoa untuk kebaikan seluruh umat Islam ketika membaca ayat yang berkenaan dengan rahmat Allah dan ia juga berdoa untuk keselamatan seluruh umat Islam ketika membaca ayat yang berkenaan dengan adzab.”

Sebagai informasi, Imam Syafii dilahirkan pada tahun 150 H, di tengah-tengah keluarga miskin di Palestina sebuah perkampungan orang-orang Yaman.

Pada usia dua tahun, ibunda Imam Syafi’i Fatimah binti Ubaidillah Al Azdiyah membawa pulang beliau ke tanah airnya. Imam Syafi’i adalah seorang anak yatim sejak masih di dalam kandungan.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 × 2 =