Idul Adha Saat Pandemi, Penjual Hewan Kurban di DKI Harus Miliki Ini

 Idul Adha Saat Pandemi, Penjual Hewan Kurban di DKI Harus Miliki Ini

Idul Adha di Tengah Pandemi, Penjual Hewan Kurban di DKI Harus Miliki Ini

HIDAYATUNA.COM – Menjelang Hari Raya Idul adha 1441 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 31 Juli 2020 mendatang, menjadi hari-hari sibuk bagi para pedagang hewan kurban. Namun di tengah-tengan masa pandemi Covid-19 ini para pedagang hewan ternak kurban harus memperhatikan peraturan berlaku terkait pencegahan Covid-19. Begitu pula bagi para penjual hewan kurban di wilayah DKI Jakarta.

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta mengimbau agar pedagang hewan kurban dari luar Jabodetabek mengantongi surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta.

“Setiap pedagang dan atau pekerja yang berasal dari luar Provinsi DKI Jakarta, wajib memiliki SIKM, kecuali yang memiliki KTP Jabodetabek,” ujar Kepala DKPKP DKI Jakarta, Darjamuni dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/7/20).

Menurut Darjamuni hal tersebut sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 60 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Bepergian di Provinsi DKI Jakarta Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Tidak hanya itu, bagi pedagang hewan kurban yang akan berjualan di Jakarta juga harus mengajukan perizinan ternak melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tingkat kota dengan melampirkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal dan hasil uji laboratorium negatif anthraks.

Kemudian, menurut Darjamuni, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertaninan nantinya akan memeriksa kesehatan hewan di tempat penjualan dan penampungan hewan kurna. Ia mengatakan, hewan yang telah diperiksa kesehatannya dan dinyatakan sehat akan diberikan SKKH.

Ia melanjutkan, untuk lokasi penampungan dan pemotongan hewan kurban nantinya ditetapkan oleh bupati/wali kota dengan memperhatikan Pergub 51/2020 tentang PSBB Transisi.

“Untuk daerah yang sangat padat penduduk dan daerah yang ditetapkan sebagai zona merah, pemotongan hewan kurban dipindahkan ke rumah potong hewan atau fasilitas pemotongan yang telah ditetapkan,” tuturnya. (AS/Hidayatuna)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

16 + five =