Cancel Preloader

Ibnu Thufail dan Ibnu Rusyd Bantu Pencerahan Eropa

 Ibnu Thufail dan Ibnu Rusyd Bantu Pencerahan Eropa

Ibnu Thufail dan Ibnu Rusyd (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ibnu Thufail dan Ibnu Rusyd berkontribusi besar dalam membantu pencerahan Eropa. Dua tokoh tersebut telah menginspirasi pemikir pemikir Eropa seperti Spinoza, Locke dan Dafoe.

Peran dua tokoh intelektual Muslim ini diungkap oleh Peneliti senior di Cato Institute yang bermarkas di Washington DC, Mustafa Akyol.

“Kebijaksanaan Ibnu Thufail & Ibnu Rusyd dalam mendamaikan agama & akal budi membantu Pencerahan Eropa. Hari ini, hal tersebut juga dapat telah membantu kita sebagi Muslim,” ungkap Akyol melalui akun twitter pribadinya @AkyolinEnglishdikutip Rabu (7/4/2021).

Kolomnis New York Times itu menjelaskan sebagai contoh, “Hayy ibn Yaqzan” yang merupakan novel filosofis pertama di dunia abad 12 M, yang ditulis oleh Ibnu Tufayl, menjadi buku terlaris di Eropa pada awal modern.

“Ini menginspirasi para pemikir Pencerahan & teolog Quaker. Mereka terpikat oleh humanisme religiusnya: obat untuk kekerasan agama & kefanatikan,” ujar Akyol.

Ibnu Rusyd: Agama sebagai Jalan Menuju Kebenaran

Penulis buku “Reopening Muslim Minds” itu menambahkan pesan yang terdapat dalam buku novel “Hayy ibn Yaqzan” disebutnya sangat berani pada masanya. Di mana manusia diberkati dengan wahyu ilahi dari atas, dan dengan akal serta hati nurani dari dalam.

“Jadi, agama adalah jalan menuju kebenaran, tapi bukan satu-satunya jalan. Orang bisa menjadi bijak & berbudi luhur dengan agama yang berbeda,” jelasnya.

Sementara itu, Ibn Rusyd juga mengemukakan idenya tentang hal itu. Di mana agama dan akal adalah jalan independen menuju kebenaran.

“Jadi, agama memiliki hukum tertulis, sementara akal memiliki hukum tidak tertulis: prinsip keadilan universal, belas kasihan, syukur. Ketika ada konflik, hukum tertulis (Syariah) harus ditafsirkan ulang,” ungkapnya.

Sebagai informasi, sosok Ibnu Thufail adalah seorang filsuf, dokter, dan pejabat pengadilan dari Al-Andalus. Ia memiliki nama lengkap Abu Bakr Muhammad bin ‘Abdul Malik bin Muhammad bin Thufail al-Qaisi al-Andalusi. Ia lahir di Guadix dekat Granada sekitar tahun 1105.

Sementara itu, sosok Ibnu Rusyd adalah seorang mengusai banyak disiplin ilmu. Mulai dari filsafat, teologi Islam, kedokteran, astronomi, fisika, fikih dan linguistic. Di Eropa Ibnu Rusyd dikenal sebagai Averroes. Ia adalah intelekual muslim kelahiran Kordoba, Spanyol.

Romandhon MK

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × two =