FikihPidana dan Perdata

Hukum Orang Gila Melakukan Tindakan Kriminal dalam Islam

HIDAYATUNA.COM — Publik kembali dihebohkan dengan adanya dugaan orang gila melakukan tindakan kriminal. Dimana, Syekh Ali Jaber mendapat penyerangan saat sedang mengisi tausyiah di Bandarlampung.

Jika benar pelaku adalah orang gila, sebetulnya bagaimana perspektif Islam memandangnya?

Bicara soal orang gila melakukan tindakan kriminal , apakah hukum mampu menjeratnya atau ada pengecualian?

Dilansir dari Klikhukum, ulama telah menyepakati bahwa kondisi gila adalah bagian dari awaridhul ahliyah. Awaridhul ahliyah yaitu hal yang dapat menghalangi dijatuhkannya hukuman terhadap seseorang.

Hal ini didasarkan pada hadis:

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاثٍ : عَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَبْلُغَ ، وَعَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ ، وَعَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يُفِيقَ

“Pena diangkat dari tiga kelompok manusia: dari anak kecil hingga dia baligh. Dari orang tidur hingga dia bangun. Dari orang gila hingga dia sadar.” (HR Ahmad)

Hadis tersebut menggolongkan orang-orang yang terbebas dari hukum. Sebagaimana anak kecil yang terbebas dari tuntutan hukum hingga dia mencapai usia baligh.

Orang tidur yang tidak bisa dijatuhi hukum kecuali hingga dia bangun Lalu orang gila yang baru bisa dijatuhi hukum setelah sadar dari kegilaannya.

Sementara itu dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Kuwaitiyah: “Kegilaan merupakan awaridh ahliyatul ada’. Kegilaan menghilangkan (ahliyatul ada’) secara utuh, maka segala tindakan orang gila tidak memberikan dampak syar’i apa pun.

Pasalnya, illat (sebab hukum) ahliyatul ada’ adalah tamyiz (kemampuan membedakan yang baik dan buruk) dan berakal. Adapun orang gila tidak memiliki keduanya.” (Al Mausu’ah Al-Kuwaitiyah, vol. 16, hal. 101).

Itu berarti orang dalam gangguan jiwa tidak bisa dikenai hukum. Meskipun ia telah melakukan tindakan kriminal.

Orang gila memang tidak bisa dikenai hukum syar’i. Namun karena perbuatannya telah merugikan orang lain, maka walinya-lah yang harus bertanggung jawab.

Baca Juga :  Air Tertelan saat Berkumur, Batalkah Puasanya ?

Hukuman apa saja yang berlaku bagi orang dalam gangguan jiwa?

Dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Kuwaitiyah, vol. 16, hal. 107 menyebutkan: jika orang gila melakukan tindakan kriminal, maka hukumannya berupa denda (diyat) dan bukan hukuman fisik.

Jika ia merusak harta orang lain maka wajib bagi ia (walinya) untuk mengganti, dan jika orang gila membunuh tidak dapat dikenai qishosh tetapi wajib bagi walinya untuk membayar denda.

Itulah hukum bagi orang dalam gangguan kejiwaan yang bertindak kriminal dari perspektif Islam.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close