Hukum Kebiri pada Kucing

 Hukum Kebiri pada Kucing

Kebiri pada kucing haram atau halal? (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Kucing sudah menjadi hewan kesayangan Rasulullah Saw. sehingga memeliharanya menjadi sunnah. Namun sebagian orang memilih kebiri pada kucingnya lantaran tidak mau jika si manis peliharaan mereka beranak-pinak menjadi tidak terkontrol.

Kebiri pada kucing dilakukan dengan proses sterilisasi, proses ini merupakan tindakan pengangkatan testis pada kucing jantan. Sedangkan pada kucing betina dilakukan pengangkatan ovarium dan rahim.

Lalu bagaimana hukum melakukan kebiri pada kucing menurut Islam? Untuk menjawab hal itu, Anda perlu merujuk pendapat para ulama.

Ulama yang memberikan keterangan, di antaranya Al Imam Al-Allamah Burhanuddin Abi Al Ma’ali Mahmud bin Ahmad bin Abdul Aziz rahimahullah.

“Dalam hal kebiri kucing, tidaklah mengapa jika ada manfaatnya atau dengan tujuan menghindari bahaya padanya.” (Al-Muhith Al-Burhani:5/376).

Hewan-hewan yang Boleh Dikebiri

Ulama Hanafiyah membolehkan kebiri pada binatang karena akan memberi manfaat bagi binatang dan manusia. Sedangkan ulama Malikiyah berpendapat, boleh mengebiri binatang yang halal dimakan, tidak makruh sedikit pun karena ini akan meningkatkan kualitas dagingnya.

Syafi’iyah merinci antara yang halal dimakan dan selain yang halal dimakan. Ditegaskan, boleh melakukan kebiri pada hewan yang halal dimakan ketika masih kecil, dan terlarang bagi yang lainnya. Mereka juga mempersyaratkan, tindakan melakukan kebiri ini tidak boleh menyebabkan kematian.

Hambali berpendapat, boleh mengebiri kambing, karena bisa meningkatkan kualitas dagingnya. Ada yang mengatakan, makruh mengebiri binatang semacam kuda.

Imam Ahmad pernah mengatakan,

لا يعجبني للرجل أن يخصي شيئاً ، وإنما كره ذلك للنهي الوارد عن إيلام الحيوان

Aku tidak menyukai jika ada seseorang yang mengebiri binatang. Hal itu dibenci karena terdapat larangan tentang menyakiti binatang (al-Adab asy-Syar’iah, 3:263).

Kebiri hewan pada dasarnya haram hukumnya karena menyiksa dan mengubah jati diri penciptaan yang telah Allah ciptakan atas hewan tersebut.

Kebiri Pada Kucing Haram

Hukum haram mengebiri hewan hanya berlaku pada hewan yang tidak halal di makan, seperti kucing misalnya. Sedangkan pada hewan yang halal dimakan tidak haram selama kebirinya dilakukan ketika hewan tersebut masih kecil.

Mengapa demikian? Pasalnya mengebiri hewan yang halal dimakan ada manfaatnya, yaitu demi menghasilkan kualitas dagingnya menjadi bagus dengan dikebiri ketika masih kecil.

Nabi Muhammad SAW pernah menyembelih kambing kibas yang telah dikebiri. Hal ini jelas menunjukkan bolehnya mengebiri hewan demi kebaikan dagingnya.

Imam Annawawi berkata:

لا يجوز خصاء حيوان لا يؤكل لا في صغره ولا في كبره، ويجوز خصاء المأكول في صغره؛ لأن فيه غرضاً وهو طيب لحمه، ولا يجوز في كبره” انتهى

“Tidak boleh mengebiri hewan yang tidak halal di makan baik ketika masih kecil atau pun setelah besar, dan boleh melakukan kebiri ketika masih kecil pada hewan yang halal di makan, karena dalam pengebiriannya terdapat tujuan, yaitu agar dagingnya menjadi bagus, dan tidak boleh dilakukan kebiri diwaktu besarnya.” (Al-Majmu’ Syarhul Muhadzzab 6/177).

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

6 + one =