Hukum Jinayah Dalam Islam

 Hukum Jinayah Dalam Islam

Hukum Jinayah Dalam Islam

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Jinayah secara sederhananya dapat dikatakan sebagai hukum pidana Islam. Dalam pengertian lebih luas fikih jinayah merupakan ilmu tentang hukum syariat Islam berkaitan dengan masalah perbuatan yang dilarang atau jarimah berkaitan dengan jiwa, harta atau lainnya. Hukum ini diambil dari dalil-dalil yang terperinci dalm Al-Qur’an dan Hadis.

Dalam konteks jinayah ini semua perbuatan yang dilarang dan mengandung kemadaratan terhadap jiwa atau terhadap selain jiwa, dan wajib dijatuhi hukum qishash atau membayar denda. Contoh rujukannya sebagai berikut:

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa”. (QS. Al-Baqarah: 179)

Jinayah secara garis besar dibedakan menjadi dua kategori, yaitu sebagai berikut. Pertama, Jinayah terhadapa jiwa, yaitu pelanggaran terhadap seseorang dengan menghilangkan nyawa, baik sengaja maupun tidak sengaja. Kedua, Jinayah terhadap organ tubuh, yaitu pelanggaran terhadap seseorang dengan merusak salah satu organ tubuhnya, atau melukai salah satu badannya, baik sengaja maupun tidak sengaja.

Lebih lanjut mengenai ini, suatu hal dapat dikatakan jinayah menyangkut tiga unsur antara lain;

  1. Unsur Formal (Nash)
    Adanya nash, yang melarang perbuatan-perbuatan tertentu yang disertai ancaman hukuman atas perbuatan-perbuatan di atas. Nash merupakan sumber rujukan dan menjadi buku aturan. Unsur ini dikenal dengan (al ruknu al-syar’i).
  2. Unsur Moriel (Perbuatan)
    Adanya perbuatan yang membentuk jinayah, baik melakukan perbuatan yang dilarang atau meniggalkan perbuatan yang diharuskan. Unsur ini dikenal dengan (al-ruknu al-madi).
  3. Unsur Material (Pelaku)
    Pelaku kejahatan adalah orang yang dapat menerima khithab atau dapat memahami taklif. Unsur ini dikenal dengan (al-ruknu al-adabi).

Demikian sedikit pemaparan mengenai jinayah, semoga dapat menjadi asupan pemahaman atau setidaknya menjadi alternatife informasi. Wallahu A’lam.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

17 − three =