Heboh Kalung Antivirus, Ini Tanggapan NU Amerika

 Heboh Kalung Antivirus, Ini Tanggapan NU Amerika

Heboh Kalung Antivirus, Ini Tanggapan NU Amerika

HIDAYATUNA.COM – Ketua PCI Nahdlatul Ulama Amerika Serikat Akhmad Sahal atau biasa disapa Gus Sahal turut angkat suara terkait rencana Kementerian Pertanian (Kementan) untuk produksi kalung antivirus.

Menurut Gus Sahal, temuan kalung yang diklaim bisa menangkal Covid-19 itu adalah sebuah bentuk kebodohan. Dalam tweet yang sama Ia pun meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk tidak memberikan ijin terhadap rencana tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Gus Sahal Sahal geram dengan rencana Kementan yang akan memproduksi kalung antivirus dalam jumlah banyak itu.

“Kalung antivirus corona ini bentuk kegobl*kan hqq. Kok mau diproduksi massal. Pakai uang negara lagi,” kata Gus Sahal melalui akun Twitter miliknya @sahal_as, dikutip hidayatuna.com (6/7/20).

“Pak @jokowi, tolong ini jangan dibolehkan,” lanjut Gus Sahal.

Kementerian Pertanian rencananya akan mulai memproduksi secara massal kalung yang diklaim bisa menangkal virus corona pada Agustus 2020. Kalung tersebut terbuat dari bahan alami yakni yanaman eucalyptus yang selama ini dikenal untuk membuat minyak kayu putih.

Dari total 700 jenis tanaman yang diujicoba, tanaman eucalyptus diyakini oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mampu mematikan Covid-19. Ia mengklaim bila menggunakan kalung tersebut selama 15 menit maka antivirus akan bekerja membunuh 42 persen Covid-19.

Namun pernyataan dari Menteri Pertanian tersebut segera mendapatkan respon dari berbagai pihak. Tidak hanya Gus Sahal, epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman antara kalung antivirus yang dimaksud dengan Covid-19 tidak ada relevansinya.

“Saya tidak melihat relevansi yang kuat antara kalung di leher dengan paparan virus ke mata, mulut, dan hidung,” kata Dicky, dalam keterangannya.

Menurutnya meskipun memang eucalyptus memiliki potensi antiviral akan tetapi hal tersebut tidak dapat disalah persepsikan dapat mencegah penularan Covid-19 karena penularan Covid-19 terjadi melalui beberapa mekanisme yang tidak relevan jika dicegah dengan penggunaan kalung tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengatakan untuk membuat klaim tentang sifat anti-virus kalung tersebut, harus dibuktikan dengan penelitian ilmiah.

“Semestinya ada hasil penelitian yang dapat membuktikan atau meyakinkan bahwa kalung tersebut berkhasiat sebagai anti-virus,” kata Daeng.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

14 − 3 =