Heboh Agama Baru di Sumbar Bernama Agama Muslim

 Heboh Agama Baru di Sumbar Bernama Agama Muslim

Heboh Agama Baru di Sumbar Bernama Agama Muslim

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Baru baru ini masyarakat Kabupaten Solok, Sumbar (Sumatera Barat) dihebohkan dengan munculnya kepercayaan baru atau agama baru bernama Agama Muslim. Jumlah pengikut mereka kini ada sekitar 20 orang. Kepercayaan ini mulai dianut sekitar empat tahun lalu.

Berdasarkan pengakuan dari pengikut Agama Muslim ini mereka tidak mengakui Allah sebagai Tuhan. Ia hanya percaya kepada Tuhan Rabbi. Penganut ini juga tidak meyakini Nabi Muhammad sebagai nabi. Ia hanya mengakui Ibrahim sebagai nabi mereka.

Hal itu dibenarkan oleh dua pengikut agama Muslim itu asal Lubuk Sikarah (Kota Solok) dan warga Sumani yakni DK (39) dan MS (45). Pada 4 Mei 2020 lalu keduanya membuat surat surat pernyataan sebagai pemeluk Agama Muslim.

Surat tersebut dibuat saat melakukan pertemuan dengan tim Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Solok. Adapun isi surat yang mereka buat memuat beberapa poin-poin penting tentang pokok ajaran Agama Muslim tersebut.

Dijelaskan bahwa Agama Muslim ini dikembangkan oleh seorang guru bernanama Usman. Ia berasal dari Kota Padang. Tertulis dalam surat pernyataan mereke menyebutkan bahwa mereka meyakini Agama Muslim bukan Islam.

“Meyakini tidak bertuhan kepada Allah, tetapi kepada Rabbi. Meyakini bahwa Nabi Muhammad tidak ada, yang ada hanya Muhammad,” bunyi salah satu poin dari isi surat mereka yang dibubuhi tanda tangan bermeterai 6000 dikutip dari CNNIndonesia, Sabtu (25/7/2020).

Berpedoman Ajaran Nabi Ibrahim

Selain itu Agama Muslim ini juga meyakini bahwa nabi mereka adalah Nabi Ibrahim. “Bukan Muhammad (Nabi Muhammad),” sambungnya.

Mereka juga meyakini hanya wajib berpedoman kepada Alquran, tidak berpedoman kepada hadis Nabi Muhammad. “Tetapi berpedoman kepada ajaran Nabi Ibrahim,” dikutip dari surat pernyataan tersebut.

Inti dari ajaran Agama Muslim ini hanya mengingat Rabbi bukan Allah. Pemeluk Agama Muslim tidak mewajibkan shalat lima waktu dan tidak wajib melakukan puasa Ramadan.

Menurut ajaran agama baru ini, puasa bisa dilaksanakan tiap hari, karena inti puasa ialah mengendalikan hawa nafsu. Selain itu Agama Muslim ini juga tidak mewajibkan pemeluknya melakukan ibadah haji. Mereka juga tidak mengenal Idul Fitri dan Idul Adha.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 × 4 =