Hati-hati Menyampaikan Hadis

 Hati-hati Menyampaikan Hadis

Maulid Nabi Menurut Ahli Hadis Al-Hafidz As-Sakhawi (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Hadis dalam perjalanan sejarah tidak terlepas dari peran serta para sahabat. Mereka juga sangat hati-hati ketika menyampaikan hadis, tidak serta merta meriwayatkan hadis yang mereka hafal atau mereka ceritakan kepada umat Islam.

Salah satunya adalah kehati-hatian Umar bin Khattab ketika hendak mengajarkan satu hadis kepada orang-orang Anshar.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ مُجَالِدٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ قَرَظَةَ بْنِ كَعْبٍ قَالَ

بَعَثَنَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ إِلَى الْكُوفَةِ وَشَيَّعَنَا فَمَشَى مَعَنَا إِلَى مَوْضِعٍ يُقَالُ لَهُ صِرَارٌ فَقَالَ أَتَدْرُونَ لِمَ مَشَيْتُ مَعَكُمْ قَالَ قُلْنَا لِحَقِّ صُحْبَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِحَقِّ الْأَنْصَارِ قَالَ لَكِنِّي مَشَيْتُ مَعَكُمْ لِحَدِيثٍ أَرَدْتُ أَنْ أُحَدِّثَكُمْ بِهِ وَأَرَدْتُ أَنْ تَحْفَظُوهُ لِمَمْشَايَ مَعَكُمْ إِنَّكُمْ تَقْدَمُونَ عَلَى قَوْمٍ لِلْقُرْآنِ فِي صُدُورِهِمْ هَزِيزٌ كَهَزِيزِ الْمِرْجَلِ فَإِذَا رَأَوْكُمْ مَدُّوا إِلَيْكُمْ أَعْنَاقَهُمْ وَقَالُوا أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ فَأَقِلُّوا الرِّوَايَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا شَرِيكُكُمْ

Terjemah :

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abdah berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Mujalid dari Asy Sya’bi dari Qarazhah bin Ka’ab ia berkata; Umar bin Khaththab mengutus dan mengantar kami ke Kufah. Ia berjalan bersama kami hingga sampai di suatu tempat yang disebut Shirar.

Ia lalu berkata; “Apakah kalian tahu kenapa aku berjalan bersama kalian?” Qarazhah bin Ka’ab berkata; Kami menjawab, “Karena hak menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan hak sahabat Anshar.”

Umar berkata; “Aku berjalan bersama kalian karena ada satu hadis yang ingin aku sampaikan kepada kalian, dan aku ingin kalian menghafalnya karena perjalananku bersama kalian, beliau bersabda; “Sesungguhnya kalian datang kepada satu kaum karena Alquran di dalam dada mereka mendidih seperti periuk yang mendidih. Jika mereka melihat kalian mereka akan menjulurkan leher-lehernya kepada kalian seraya berkata; ‘Hai para sahabat Muhammad, riwayatkan sedikit saja hadis dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan aku adalah rekan kalian.”

Begitulah para sahabat dengan penuh kehati-hatian sehingga tidak sembarangan menyebutkan perihal yang Rasulullah bicarakan maupun lakukan. Sikap hati-hati ini perlu kita tanamkan dalam kehidupan kita, utamanya hati-hati dalam mengucapkan sesuatu sebagaimana para sahabat dalam meriwayatkan hadis. Wallahu’alam.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

seventeen + 15 =