Harta Itu Sebagai Sarana, Bukan Tujuan

 Harta Itu Sebagai Sarana, Bukan Tujuan

Parenting Ala Imam Al-Ghazali (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ustadzah sekaligus putri pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Imaz Fatimatuz Zahra (Ning Imaz) menjelaskan bahwa harta sejatinya hanyalah sebagai sarana dalam hidup, bukan sebagai tujuan.

“Uang itu bisa menambal kekurangan yang ada di dalam diri kita, tapi sifatnya hanya sementara. Pada akhirnya perasaan kurang dan kosong itu akan menagih lagi pada diri kita,” ungkap Ning Imaz dilansir dari video yang diunggah akun Instagram @nuonline_id.

Lebih lanjut, perasaan insecure menurut Ning Imaz akan datang lagi pada seseorang tersebut. Oleh sebab itu, kenapa ketika harta dibutuhkan selalu saja merasa tidak pernah cukup.

“Jadi selalu butuh lagi, butuh lagi, maksudnya selalu minta lagi, minta lagi. Ya karena kita tidak menembel kekurangan itu sesuai dengan obat yang betul- betul dibutuhkan,” jelasnya.

Jadi menurutnya untuk mengatasi hal itu, seseorang perlu terus belajar untuk menerima. Dari situ kemudian belajar lagi untuk bersyukur.

“Itu harus lebih digiatkan lagi. Harus disadari kita ini sebagai hamba adalah tugasnya untuk bersyukur terhadap apapun yang sudah diberikan oleh Allah Swt,” sambungnya.
Dengan cara tersebut, harapannya agar bisa belajar menjadi hamba yang kaffah dan memiliki hidup yang berkualitas.

“Sehingga bisa menolong banyak orang atau misalnya motivasi mencari hartanya itu karena ingin mandiri, tidak merepotkan orang lain, atau ingin menolong orang lebih banyak lagi. Kurang lebih demikian,” tandasnya. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *