Harlah NU ke-96, Momentum Kebangkitan Abad Kedua

 Harlah NU ke-96, Momentum Kebangkitan Abad Kedua

Harlah NU ke-96, Momentum Kebangkitan Abad Kedua (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) yang jatuh pada 31 Januari 2022 kali ini tampak terasa spesial. Hal tersebut lantaran diwarnai dengan pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2022-2027 hasil Muktamar Ke-34 di Lampung.

Ketua PBNU Prof Moh. Mukri, mengatakan tema harlah kali ini disebut menjadi spirit . Untuk menjadikan NU ke depan semakin berperan dalam kancah internasional.

Merawat Jagad dalam tema kali ini juga menjadi gambaran dalam mewujudkan NU yang terus berperan global. Seperti tergambar dalam simbol bola dunia di lambang NU.

“Momentum Harlah dan Pengukuhan PBNU ini menambah spirit. Untuk menjadikan NU ke depan semakin jaya, dan pengabdian untuk bangsa dan negara semakin maksimal. Serta menjadikan Indonesia sebagai rujukan dan inspirasi dunia,” kata Mukri dilansir dari NU Online, Senin (31/01/2022).

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa frasa Membangun Peradaban juga memiliki makna mendalam. Bagaimana NU hadir dalam mewujudkan perdaban yang tinggi di sepanjang zaman.

Peradaban ini bukan hanya terkait dengan mengembangkan ilmu pengetahuan semata. Namun juga pada pembentukan kualitas pembawa peradaban itu sendiri yakni manusia.

Tema jelang 100 Tahun Nahdlatul Ulama pun disertakan dalam Harlah. Lantaran berdasarkan kalender Hijriyah, pada 16 Rajab 1443 atau 17 Februari 2022 mendatang, NU memasuki umur ke 99 tahun.

“Ini tentu harus dijadikan momentum untuk kebangkitan NU di Abad yang kedua,” kata Mukri.

Tema Harlah NU ke-96 kali ini bertajuk “Menyongsong 100 Tahun Nahdlatul Ulama: Merawat Jagat, Membangun Peradaban”. Perayaan Harlah ditandai dengan pengukuhan PBNU di Provinsi Kalimantan Timur tepatnya di Balikpapan.

Pengukuhan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, serta seluruh jajaran PBNU.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *