Kabar UnggulanKajianWawasan Islam

Hari Sabtu Dilarang Mengawali Puasa? Ternyata Ini Alasannya

HIDAYATUNA.COM – Benarkah hari Sabtu hari yang dilarang untuk mengawali puasa?

Larangan mengawali puasa di hari Sabtu berlaku untuk puasa sunah.

Mengapa tidak demikian dengan puasa wajib seperti Ramadhan?

Puasa di hari Sabtu merupakan kebiasaan orang-orang Yahudi.

Untuk itulah umat Muslim dilarang menyerupai Yahudi.

Larangan menyerupai Yahudi itu termasuk dari kebiasaannya seperti berpuasa.

Kecuali puasa wajib Ramadhan atau untuk mengganti puasa Ramadhan karena berhalangan.

Larangan berpuasa di hari Sabtu ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Dari Abdullah bin Busr dari Saudarinya, yang bernama as-Shamma’, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا تَصُومُوا يَوْمَ السَّبْتِ إِلا فِيمَا افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلا لِحَاءَ عِنَبَةٍ ، أَوْ عُودَ شَجَرَةٍ فَلْيَمْضُغْهُ

Janganlah kalian berpuasa hari sabtu, kecuali untuk puasa yang Allah wajibkan. Jika kalian tidak memilliki makanan apapun selain kulit anggur atau batang kayu, hendaknya dia mengunyahnya. (HR. Turmudzi 744, Abu Daud 2421, Ibnu Majah 1726, dan dishahihkan al-Albani).

Hadist tersebut menekankan larangan berpuasa di hari Sabtu, kecuali puasa wajib.

Rasulullah SAW. sampai membuat pengandaian untuk menegaskan hadits tersebut.

Kalaupun tidak memiliki makanan, maka di hari Sabtu kunyah saja apa pun yang bisa dikunyah.

Lalu bagaimana jika hari Sabtu bertepatan dengan puasa Daud?

Berikut hadits yang menyebutkan diperbolehkannya berpuasa di hari Sabtu.


لا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَه

Janganlah kalian melakukan puasa di hari jumat saja, kecuali jika dia iringi dengan puasa sehari sebelumnya atau setelahnya. (HR. Bukhari 1985 & Muslim 1144)

Larangan berpuasa di hari Sabtu tidak berlaku jika itu bertepatan dengan puasa Daud.

Baca Juga :  Memanfaatkan [Waktu] Sahur

Artinya, sebelum hari Sabtu, sudah mengawali puasa di hari sebelumnya, seperti Jumat atau bertepatan dengan puasa Senin-Kamis.

Hadis berikutnya yang memperbolehkan puasa hari Sabtu, dari Juwairiyah Radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemui beliau ketika hari jumat, sementara Juwairiyah sedang puasa.

Beliau tanya, “Apa kemarin kamu puasa?”

“Tidak.” Jawab Juwairiyah.

“Besok kamu punya keinginan untuk puasa?” tanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Tidak.” Jawab Juwairiyah.

Kemudian beliau meminta agar Juwairiyah membatalkan puasanya. (HR. Bukhari 1986).

Dua hadis ini menunjukkan bolehnya puasa di hari sabtu, terutama untuk mengiringi puasa hari Jumat.

Tenyata larangan puasa di hari Sabtu juga banyak menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Sebagian ulama melarang berpuasa di hari Sabtu.

Ada pula ulama yang memandang larangan tersebut hanya bersifat makruh.

Untuk itu, Imam Ibnu Utsaimin memberikan rincian hukum puasa di hari sabtu menjadi 5 keadaan.

Pertama, puasa wajib di hari sabtu, seperti puasa ramadhan, atau qadha ramadhan, atau puasa nadzar, atau kaffarah, atau puasa pengganti hadyu bagi yang melakukan haji tamattu’.

Hukum puasa ini dibolehkan, selama tidak dia lakukan dalam rangka memuliakan hari Sabtu karena diyakini memiliki keistimewaan.

Kedua, puasa di hari Sabtu dalam rangka mengiringi puasa di hari jumat. Hukumnya dibolehkan.

Ketiga, puasa di hari Sabtu karena bertepatan dengan waktu puasa sunah, seperti ayyam al-bidh (tanggal 13, 14, dan 15 bulan qamariyah).

Bisa juga bertepatan dengan puasa Asyura, atau 6 hari di bulan Syawal bagi yang telah puasa ramadhan, atau bertepatan dengan 9 Dzulhijjah, hukumnya dibolehkan.

Keempat, puasa hari Sabtu karena bertepatan dengan puasa rutinitasnya. Misalnya orang yang melakukan puasa Daud.

Baca Juga :  Puasa Sebagai Momen Perenungan Diri

Kelima, dilarang puasa hari Sabtu jika niatnya dalam rangka mengistimewakan hari Sabtu. Imam Ibnu Utsaimin menegsakan untuk jenis yang ini adalah haram.

Inilah bagian yang terlarang, jika hadis yang melarang statusnya shahih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close