Hal yang Tak Boleh Dilupakan Saat Natal dari Umat Islam

 Hal yang Tak Boleh Dilupakan Saat Natal dari Umat Islam

Almarhum Riyanto, Banser Pejuang Kemanusiaan dari Mojokerjo

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Malam Misa tahun 2000 lalu menyisakan kesan mendalam yang hingga kini tak mampu dilupakan meski 2 dekade telah berlalu. Sosok Almarhum Riyanto, tokoh Muslim yang menjadi pahlawan kemanusiaan saat perayaan Natal.

Kejadian itu berlangsung mengenaskan di sebuah Gereja yang terletak di Mojokerto, Jawa Timur, 24 Desember 20 tahun silam. Saat itu, Riyanto yang merupakan anggota Barisan Anshor Serbaguna (Banser) bersama timnya sedang menjaga keamaan perayaan Natal di Gereja.

Penjagaan ini umum dilakukan oleh Muslim sebagai bentuk toleransi kepada sesama umat beragama. Pun sebaliknya ketika umat Islam merayakan hari besar, non-Muslim pun menjaga keamanan jemaah yang beribadah di halaman masjid.

Almarhum Riyanto melihat benda aneh yang diketahui bom saat malam Misa tersebut. Almarhum kemudian mengambil bom itu dan membiarkan dirinya meledak bersama bom tersebut.

Hal itu dilakukan Almarhum Riyanto untuk menyelamatkan orang-orang yang ada di sekitar Gereja tersebut. Dari Riyanto kita melihat betapa akhlak Islam itu indah dan terjaga.

Demi melindungi umat manusia, ia rela mengorbankan nyawanya karena keadaan sudah tidak memungkinkan untuk kabur.

Mestinya kejadian ini yang tidak boleh dilupakan oleh jutaan manusia, terutama umat Islam dan Nasrani. Betapa luar biasa pengorbanan seorang Almarhum Riyanto hingga ia dinobatkan oleh Gerakan Peduli Pejuang Repoblik Indonesia (GPPRI) sebagai pejuang kemanusiaan.

Keluarga Riyanto juga memperoleh santunan dari GPPRI. Begitulah mulianya seorang pahlawan kemanusiaan, meski telah tiada namun jasanya akan selalu dikenang. Bahkan hingga ke anak-cucunya tak akan dilupakan begitu saja.

Mestinya hal ini juga menjadi pembelajaran bagi umat Islam dan umat agama lain dalam memaknai toleransi. Kita tak perlu ikut merayakan hari besar umat agama lain, pun tak harus mengorbankan diri seperti Riyanto.

Cukup dengan menjaga kedamaian dan keamanan dengan tidak menebar kebencian serta narasi-narasi negatif yang menyulut perpecahan. Bagaimana pun, Almarhum Riyanto adalah sosok pahlawan pejuang kemanusiaan yang tak boleh dilupakan.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two + 17 =