Hal Unik yang Ada di Makam Rasulullah

 Hal Unik yang Ada di Makam Rasulullah

Jalan hidup Rasulullah (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Tempat ziarah yang paling dicita-citakan umat Muslim seluruh dunia untuk dikunjungi adalah makam Rasulullah Saw. Umat Islam dari seluruh dunia yang ingin berziarah ke makam Rasulullah ingin menyampaikan salam mereka kepada Nabi.

Mereka meyakini bahwa beliau mendengarkan dan membalas salam mereka dari kuburnya. Makam Nabi Muhammad Saw sendiri terletak di dalam Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.

Dahulu, makam Rasulullah Saw adalah kamar beliau dan istrinya, Aisyah RA. Sebelum diperluas, makam Nabi SAW dulu dinamakan Masqurah.

Setelah Masjid Nabawi diperluas, makam Rasulullah masuk di dalam bagian bangunan masjid dengan kubah berwarna hijau. Di samping makam Muhammad Saw terdapat makam dua sahabatnya, yakni Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

Makam Rasulullah Saw dibatasi oleh pagar tinggi berwarna keemasan yang berhias kaligrafi. Pembatas pagar emas merupakan sisi depan dari ruang kamar bagian dalam yang menampung makam Nabi Saw dan dua sahabatnya.

Terdapat lubang untuk mengintip ke dalam Kamar Suci tersebut, namun makam Nabi Saw tidak terlihat. Lubang terbesar ada di sebelah kiri yang lurus menghadap makam Nabi Saw. Lubang tengah menghadap makam Abu Bakar, dan lubang kanan menghadap makam Umar.

***

Dinding ruangan terbuat dari batu hitam dan atapnya memiliki kubah hitam kecil yang disebut Qubbat an-Nur. Kamar Suci atau makam Nabi Muhammad Saw tidak memiliki gerbang dan benar-benar tertutup dari luar, kecuali sebuah jendela kecil di kubah yang terhalang oleh pagar emas di bagian depan. Tembok tersebut dibangun oleh Umar bin Abdul Aziz pada 91 Hijriyah sehingga tidak ada seorang pun yang boleh masuk ke dalam Kamar Suci itu.

Makam Rasulullah SAW kini diberi tembok pembatas, tak ada pintu atau jendela. Sultan Nuruddin Zengi membangun tembok tebal dari timah cair di sekitar kuburan Nabi Saw.

Tembok dibangun setelah ada insiden upaya orang Nasrani yang hendak menggali makam Rasulullah pada 1164 Masehi atau 554 Hijriyah. Namun, upaya pencurian dan penggalian makam Nabi Saw tercatat sudah beberapa kali terjadi di masa lalu.

Makam Nabi Saw digali di bawah tempat tidur di mana dia wafat. Terdapat perdebatan antarsahabat saat hendak memilih lokasi untuk memakamkan Rasulullah Saw.

Sebagian sahabat menyarankan agar menempatkannya di mimbar tempat beliau berkhutbah atau di mihrab tempat beliau menjadi imam salat. Beberapa dari mereka mengatakan untuk menempatkannya di Baqi’, makam tertua di Madinah dan tempat di mana keluarga serta sahabat Rasulullah dimakamkan.

Akan tetapi, Abu Bakar datang dan menengahi perdebatan tersebut. Dia berkata bahwa dia mendengar Nabi Saw bersabda bahwa “Seorang Nabi tidak pernah dikuburkan di tempat lain selain tempat di mana dia meninggal.”

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *