Cancel Preloader

Hadis yang Ditinggalkan oleh Pendaku Salafi Modern

 Hadis yang Ditinggalkan oleh Pendaku Salafi Modern

Ilustrasi/Hidayatunaa)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Pendaku salafi sekarang ini sering mengindentikkan diri dengan hadis, tetapi sebenarnya tidak. Hanya hadis tertentu saja yang diulang-ulang sedangkan hadis-hadis lain dibuang seolah tidak pernah ada.

Nyaris tidak pernah diucapkan apalagi dijelaskan sehingga jemaah banyak tidak tahu bahwa hadis itu ada.

Di antara hadis-hadis yang mereka tinggalkan adalah hadis ini:

Membebaskan Budak yang Beriman (HR. Ahmad)

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ أَنَّهُ جَاءَ بِأَمَةٍ سَوْدَاءَ وَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ عَلَيَّ رَقَبَةً مُؤْمِنَةً فَإِنْ كُنْتَ تَرَى هَذِهِ مُؤْمِنَةً أَعْتَقْتُهَا فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَشْهَدِينَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ أَتَشْهَدِينَ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ أَتُؤْمِنِينَ بِالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ أَعْتِقْهَا

“Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma’mar] dari [Az Zuhri] dari [‘Ubaidullah bin Abdullah]. Dari [seseorang dari Anshar], dia datang dengan membawa seorang budak perempuan yang hitam dan berkata; Wahai Rasulullah, saya memiliki seorang budak mukmin, jika menurut Anda ini adalah orang yang beriman maka saya akan membebaskannya.

Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bertanya kepada budak tersebut, apakah kau bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah? Dia menjawab, ‘Ya.’ (Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam) bertanya, apakah kau bersaksi bahwa saya adalah Rasulullah?

Dia menjawab ‘Ya.’ Beliau bertanya, apakah kau percaya dengan kebangkitan setelah mati? Dia menjawab, ‘ya.’ (Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam) bersabda: “Bebaskanlah dia.” (HR. Ahmad).

Memerdekakan Budak Wanita Mukmin (HR. Ahmad)

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنِ الشَّرِيدِ أَنَّ أُمَّهُ أَوْصَتْ أَنْ يُعْتِقُوا عَنْهَا رَقَبَةً مُؤْمِنَةً فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ عِنْدِي جَارِيَةٌ سَوْدَاءُ نُوبِيَّةٌ فَأُعْتِقُهَا عَنْهَا فَقَالَ ائْتِ بِهَا فَدَعَوْتُهَا فَجَاءَتْ فَقَالَ لَهَا مَنْ رَبُّكِ قَالَتْ اللَّهُ قَالَ مَنْ أَنَا قَالَتْ أَنْتَ رَسُولُ اللَّهِ قَالَ أَعْتِقْهَا فَإِنَّهَا مُؤْمِنَةٌ

“Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah]. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Amru] dari [Abu Salamah] dari [Asy Syarid]. Bahwa ibunya telah berwasiat agar mereka memerdekakan untuknya seorang budak wanita mukminah.

Maka ia pun menanyakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan ia berkata, ‘Saya memiliki seorang budak wanita hitam Nubiyyah, apakah dia yang saya bebaskan?’ Beliau bersabda: “Datangkanlah ia kemari.” Budak wanita itu pun datang dan beliau langsung bertanya: “Siapakah Rabb-mu?” ia menjawab, “Allah.”

Beliau bertanya lagi: “Siapakah saya?” ia menjawab: “Anda adalah Rasulullah.” Beliau bersabda: “Merdekakanlah wanita itu karena ia adalah seorang wanita mukminah.” (HR. Ahmad)

Padahal kedua hadis di atas sesuai dengan kaidah umum bahwa keimanan seseorang diukur dengan persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, tapi pendaku salafi sekarang malah mengesampingkannya.

Abdul Wahab Ahmad

Abdul Wahab Ahmad

Penulis Buku dan Peneliti di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan Pengurus Wilayah LBM Jawa Timur.

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

18 − 16 =