Hadis Seruan Jihad Rasulullah (2) : Kakek Maju ke Medan Perang

 Hadis Seruan Jihad Rasulullah (2) : Kakek Maju ke Medan Perang

Praktik Alquran dalam pusaran pemilihan Abu Bakar sepeninggal Nabi Saw (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Abu Ayyub, seorang kakek berusia senja berangkat jihad ke medan perang. Ia semasa hidupnya tetap mengikuti syariat dan ajaran Nabi Muhammad hingga Nabi Saw wafat. Dialah Abu Ayyub, lelaki yang lahir di Aljazair itu begitu merindukan syahid.

Dia ingin hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki sebagaimana firman Allah SWT. berikut:

“Janganlah engkau mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka.. “ (QS Ali Imran: 169-171).

***

Dia berangkat dengan perbekalan menuju medan perang. Anak-anaknya berkata, “Engkau orang tua yang sudah berumur delapan puluh tahun.”

Mendengar peringatan anak-anaknya, Abu Ayyub justru menjawab, “Tidak. Aku berjihad di umur delapan puluh tahun ini seperti engkau yang membaca dan menulis di umur dua puluh tahun.”

Anaknya kembali mengingatkan Abu Ayub, “Allah telah memberimu uzur. Engkau sudah tua dan sakit. Tidak kuat untuk berperang.”

Dia berkata,”Demi Allah, tidak. Sesungguhnya Allah telah berfirman, ‘Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun merasa berat. Dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah’. (at-Taubah: 41).

Abu Ayyub pun melanjutkan, “Dan aku merasa berat. Demi Allah aku akan berangkat.”

***

Abu Ayyub menjadikan umurnya yang kedelapan puluh tahun sebagai ketaatan kepada Allah. Dia berangkat bersama tentara menaiki perahu dan mengarungi lautan.

Dia pun mengulang lafaz Laa Ilaaha illallah Muhammad Rasulullah. Dimulailah pertempuran itu. Abu Ayyub mandi, mengenakan wewangian dan  pakaian tempur yang kelak menjadi kain kafannya ketika dia syahid.

Dia lantas berwasiat, “Demi Allah. Aku memohon kepada kalian. Jika aku mati hari ini, carilah akhir batas tanah kaum Muslimin dengan Romawi. Lalu lemparlah aku ke dalam wilayah mereka. Dengan harapan semoga Allah mengutusku pada hari kiamat seorang mukimin di tengah-tengah orang kafir.”

Pertempuran pun dimulai. Abu Ayyub dengan gigih maju ke medan laga. Dia menerabas tanpa takut kepada musuh. Setelah berperang dengan semua tenaga, Abu Ayyub tewas dipenggal musuh. Sesuai dengan wasiatnya, pasukan Muslimin menguburkan jenazahnya di bagian terdekat dari konstantinopel.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

eighteen − 5 =