Hadis Palsu Tentang Keutamaan Surah Al-Fatihah dan Ali Imran

 Hadis Palsu Tentang Keutamaan Surah Al-Fatihah dan Ali Imran

Hadis Palsu, Hoaks, dan Momen Diperbolehkannya Berbohong (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Keutamaan membaca surah Al-Fatihah dan Ali Imran tidak perlu diragukan lagi. Hanya saja masih banyak hadis maudhu (palsu) terkait kedua surah tersebut. Sebuah hadis, yang dihukumi lemah atau palsu, tidak bisa dijadikan hujjah atau dasar pijakan.

Dari Abu Ayyub al-Anshari Radhiyallahu Anhu, Dikutip dari buku Tajwid Lengkap Asy-Syafi’i karya Abu Ya’la Kurnaedi. Sebagaimana dikutip dari Republika, inilah keutamaan surah Al-fatihah:

لما نزلَتْ ( الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ) ، وآيةُ ( الكرسِيِّ ) ، و( شَهِدَ اللهُ ) ، وَقُلِ : ( اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ ) إلى ( بِغَيْرِ حِسَابٍ ) ، تعلَّقْنَ بالعرْشِ وقُلْنَ : أنزلْتَنا عَلَى قوْمٍ يعملونَ بمعاصيكَ ؟ فقال : وعزَّتِي وجلَالِي وارتفاعِ مَكانِي لَا يَتْلُوكُنَّ عبْدٌ دُبُرَكُلِّ صلاةٍ مكتوبَةٍ إلَّا غفرْتُ لَهُ مَا كانَ فيه وأسكنتُهُ جنَّةَ الفرْدَوْسِ ، ونظرتُ إليه كُلَّ يومٍ سبعينَ مرَّةً ، و قَضَيْتُ لَهُ سبعينَ حاجَةً ، َّأدناها المغفرَةُ

“Ketika turun Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin (surah Al-Fatihah), ayat Kursi, Syahidallah (Ali Imran ayat 18), Qulillahum ma malikal mulki (Ali Imran ayat 26), sampai pada firman-Nya: bighairi hisab (Ali Imran ayat 26), ayat-ayat tersebut bergantung pada Arsy seraya berkata: ‘Apakah Engkau menurunkan kami pada suatu kaum yang berbuat maksiat kepada Engkau?’ Dia (Allah) menjawab: ‘Demi kemuliaan dan ketinggian kedudukanku, tidaklah ada seor. Dan akan Aku tempatkan dia di Surga Firdaus, dan Aku selalu melihatnya sekali setiap hari 70 kali, juga akan Aku tunaikan 70 hajat (kebutuhan)nya dan yang paling rendah adalah ampunan'”.

Hadis tersebut dinilai palsu (Lihat as-Silsilah adh-Dhaifah). Sementara dalam surat Ali-Imran, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu

من قرأ السورة التي يذكر فيها آل عمران يوم الجمعة صلى الله عليه و ملائكته حتى تحجب الشمس

“Barangsiapa yang membaca surah yang disebut Ali Imran pada hari Jumat. Maka Allah dan para Malaikatnya bersalawat untuknya sampai pada matahari terbenam”.

Hadis  ini dinilai maudhu, lihat as-Silsilah adh-dhaifah dan Dhaiful Jami.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

14 − four =