Hadis Palsu Seputar Maulid Nabi

 Hadis Palsu Seputar Maulid Nabi

Mengenal Pelopor Pertama Perayaan Maulid di Kalangan Sunni (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Maulid Nabi, tidak hanya segi keabsahannya yang mendapat sorotan dengan tuduhan bidah, tetapi juga ditambah dengan bahan ceramah para pengamal Maulid yang kurang selektif dalam mengambil dalil. Setidaknya ada 2 riwayat yang paling keras mendapat kritikan:
Hadis Mengagungkan Kelahiran Nabi
Para ulama ahli hadis yang memfatwakan Maulid Nabi, seperti Al-Hafidz Ibnu Hajar, Al-Hafidz As-Suyuthi, Al-Hafidz As-Sakhawi hingga ulama Kontemporer seperti Sayid Muhammad Al-Maliki, Maulana Syekh Ali Jumah dan lainnya, tidak ada satupun yang berhujjah dengan riwayat berikut:
من عظم مولدي كنت شفيعا له يوم القيامة
Artinya:
“Barangsiapa yang mengagungkan hari kelahiranku maka aku akan memberi syafaat untuknya di hari kiamat.”
Terkait dengan status riwayat ini, Syekh Ismail Al-Yamani menulis di dalam kitabnya Fatawa Haramain:
ﻭﻣﺎ ﺫﻛﺮﺗﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﻭﺭﺩﻩ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﻧﻮﻭﻱ ﺍﻟﺠﺎﻭﻱ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﺃﻣﺪﻧﺎ ﻣﻦ ﺑﺮﻛﺎﺗﻪ ﻓﻠﻴﺲ ﻟﻪ ﺃﺻﻞ ﺑﻞ ﻫﻮ ﺣﺪﻳﺚ ﻣﺼﻨﻮﻉ ﻭﻣﺨﺎﻳﻞ ﺍﻟﻮﺿﻊ ﻋﻠﻴﻪ ﻻﺋﺤﺔ. ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻫﻨﺎﻙ ﺣﺪﻳﺚ ﻣﺜﻞ ﻫﺬﺍ ﺃﻭ ﻗﺮﻳﺐ ﻣﻨﻪ ﻭﻟﻮ ﺑﺄﻗﻞ ﺩﺭﺟﺎﺕ ﺍﻟﺮﻭﺍﻳﺔ ﻭﺍﻟﻘﺒﻮﻝ ﻟﻜﺎﻥ ﻣﺴﺘﻨﺪﺍ ﻟﺮﻓﻊ ﺍﻟﻨﺰﺍﻉ ﻭﻣﻀﻌﻔﺎ ﻟﺪﻋﻮﻯ ﺍﻟﺨﺼﻢ ﻭﻟﻜﺎﻥ ﺍﻷﺋﻤﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻔﺎﻅ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﻳﺬﻛﺮﻭﻧﻪ ﻓﻰ ﻣﻨﺎﻇﺮﺗﻬﻢ ﻭﻣﺪﺍﻓﻌﺘﻬﻢ ﻭﻟﻢ ﻳﻘﻊ ﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ. ﻭﻳﻌﺘﺬﺭ ﻋﻦ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﻧﻮﻭﻯ ﺍﻟﺠﺎﻭﻯ ﺑﺄﻧﻪ ﻛﻐﻴﺮﻩ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﻳﺘﺴﺎﻫﻠﻮﻥ ﻓﻰ ﺍﻟﺮﻭﺍﻳﺔ ﻳﻜﻮﻥ ﺟﻞ ﻏﺮﺿﻬﻢ ﻭﻣﻌﻈﻢ ﻗﺼﺪﻫﻢ ﺍﺛﺒﺎﺕ ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ. ﻭﺫﻟﻚ ﻷﻥ ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ ﺻﺤﻴﺢ ﻛﻤﺎ ﻳﻌﻠﻢ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﻣﻘﺪﻣﺔ ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻗﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﺪﺳﻮﺳﺎ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻰ ﻛﺘﺒﻪ ﺃﻭ ﻳﻜﻮﻥ ﻭﻗﻊ ﻷﺣﺪ ﺍﻟﻌﺎﺭﻓﻴﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺑﻄﺮﻳﻖ ﺍﻟﺮﺅﻳﺎ ﺍﻟﻤﻨﺎﻣﻴﺔ ﻭﻟﻜﻦ ﻣﺎ ﺛﺒﺖ ﺑﺬﻟﻚ ﻻ ﻳﺼﻠﺢ ﻟﻺﺳﺘﺪﻻﻝ
Artinya:
“Hadis yang kalian sebutkan disampaikan oleh ulama yang sangat alim, Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, semoga Allah memberi rahmat kepadanya dan menganugerahkan berkahnya untuk kita, tidak ada dasarnya bahkan hadis palsu.
Tanda-tanda kepalsuannya cukup terlihat. Andaikan saja ada hadis tentang Maulid Nabi yang seperti ini atau mendekati dengan derajat riwayat yang bisa diterima maka akan dijadikan pegangan untuk menghilangkan perbedaan pendapat dan bisa melemahkan lawan.
Dan sungguh para imam ahli hadis dan lainnya akan menggunakan hadis tersebut. Syekh Nawawi dan ulama fikih lainnya dapat ditolerir dengan mudah menerima riwayat.
Tujuannya adalah keabsahan makna. Boleh jadi karena kitabnya diselipkan oleh pihak lain atau menerima riwayat melalui mimpi. Akan tetapi riwayat ini tidak bisa dijadikan dalil.”
Terima kasih, tetap mencantumkan sumber kutipan.
Hadis Laulaka Ya Muhammad
Hadis yang sudah popular di masyarakat laulaka laulaka maa khalaqtu al-Aflak, memang belum dijumpai teks hadisnya dan jalur riwayatnya.
Tapi bukan berarti salah dalam kandungan maknanya. Sebab kita menemukan pendapat ulama dan sumber hadisnya, meskipun hadisnya diperselisihkan antara para ahli hadis.
Ulama ahli hadis, Syekh Al-Laknawi, menjelaskan:
قال علي القاري في تذكرة الموضوعات حديث لولاك لما خلقت الأفلاك قال العسقلاني موضوع كذا في الخلاصة لكن معناه صحيح فقد روى الديلمي عن ابن عباس مرفوعا أتاني جبريل فقال قال الله يا محمد لولاك ما خلقت الجنة ولولاك ما خلقت النار انتهى
Artinya:
“Hadis “Laulaka laulaka maa khalaqtu al-Aflak”, menurut Ali Al-Qari dalam Tadzkirah Al-Maudhuat berdasarkan penilaian Al-Hafidz Ibnu Hajar adalah hadis palsu.
Tetapi secara makna hadis adalah sahih. Sebab ad-Dailami meriwayatkan secara Marfu’ bahwa Jibril datang kepadaku dan ia berkata: “Wahai Muhammad. Kalau bukan karena engkau, Aku tidak menciptakan surga. Kalau bukan karena engkau, Aku tidak menciptakan neraka.” (Al-Atsar Al-Marfu’ah fil Akhbar Al-Maudhuah 1/44)
Meskipun Syekh Ibnu Taimiyah tidak mengakui keberadaan hadis di atas tetapi membenarkan dari sisi makna, dengan memberi penafsiran Qiyas Aulawi:
ومحمد سيد ولد آدم وأفضل الخلق وأكرمهم عليه ومن هنا قال من قال : إن الله خلق من أجله العالم أو أنه لولاه لما خلق عرشاً ولا كرسياً ولا سماء ولا أرضاً ولا شمساً ولا قمراً ، لكن ليس هذا حديثاً عن النبي لا صحيحاً ولا ضعيفاً ، ولم ينقله أحد من أهل العلم بالحديث عن النبي بل ولا يعرف عن الصحابة بل هو كلام لا يدرى قائله ، ويمكن أن يفسر بوجه صحيح كقوله تعالى سَخَّرَ لَكُم مَّا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ … بل يقتضي إذا كان أفضل صالحي بني آدم محمد ، وكانت خلقته غاية مطلوبة وحكمة بالغة مقصودة من غيره صار تمام الخلق ونهاية الكمال حصل بمحمد صلى الله عليه وسلم
Artinya:
“Muhammad adalah pemimin anak Adam, makhluk paling utama dan paling mulia. Dari sini ada yang mengatakan “Allah menciptakan Alam ini karena Muhammad”, atau “Kalau bukan karena Muhammad maka Allah tidak menciptakan Arsy, Kursi, langit, bumi, matahari dan bulan”.
Namun ini bukan hadis, baik sahih atau dhaif, juga tidak disampaikan oleh seorang pun dari ahli hadis, bahkan juga bukan dari sahabat, bahkan tidak diketahui siapa yang mengatakan.
Namun boleh jadi ditafsirkan dengan cara yang benar, seperti firman Allah: “Kami tundukkan untuk kalian apa yang di langit dan di bumi”
Bahkan akan mengarahkan jika Muhammad adalah makhluk paling utama di antara Bani Adam yang saleh, serta penciptaan Muhammad adalah puncak yang diinginkan serta hikmah sempurna yang menjadi tujuan dibanding selain Muhammad, maka kesempurnaan penciptaan dan puncak kesempurnaan adalah dengan Muhammad shalla Allahu alaihi wa sallam.” (Majmu’ Fatawa, 11/96)
Untuk hadis qudsi kedua di atas masih ditemukan jalur riwayat dan ada dari ahli hadis yang menerimanya meskipun sebagian lain menilai sebagai hadis palsu;
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: أوحى الله تعالى إلى عيسى: ” آمن بمحمد صلى الله عليه وسلم وأمر أمتك أن يؤمنوا به، فلولا محمد ما خلقت آدم ولا الجنة ولا النار، ولقد خلقت العرش على الماء فاضطرب فكتبت عليه لا إله إلا الله محمد رسول الله فسكن “.
Artinya:
“Ibnu Abbas berkata bahwa Allah memberi wahyu kepada Isa: “Imanlah kepada Muhammad. Perintahkan umatmu agar beriman kepada Muhammad.
Jika bukan karena Muhammad maka tidak Aku ciptakan Adam, juga surga dan neraka. Aku ciptakan Arsy di atas air lalu bergerak. Aku tulis di atasnya Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka Arsy diam.”
رواه أبو الشيخ في طبقات الأصبهانيين، والحاكم وصححه، وأقره السبكي في شفاء السقام، والبلقيني في فتاويه قال الذهبي : في سنده عمرو بن أوس لا يدري من هو انتهى.
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Syekh dalam Thabaqat Asbihaniyyin, Al-Hakim dan menilainya sahih, ditetapkan oleh As-Subki dalam Syifa’ Al-Asqam dan Al-Bulqini dalam Fatawinya.
Adz-Dzahabi mengatakan dalam sanadnya terdapat Amr bin Aus, dia tidak diketahui (Bahkan Adz-Dzahabi menilai hadis palsu).
Untuk dalil pelaksanaan Maulid Nabi silahkan baca kitab Husnul Maqshid fi Amalil Maulid karya Al-Hafidz As-Suyuthi.
Selain itu cukup membahas keteladanan kisah-kisah Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. []

Ma'ruf Khozin

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *