Habib Abdurrahman al-Habsy: Bahaya Humazah-Lumazah di Media

 Habib Abdurrahman al-Habsy: Bahaya Humazah-Lumazah di Media
Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Bogor – Habib Abdurrahman al-Habsy mengisi pengajian guru Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) di Masjid Al Ikhlas Bosowa Bina Insani, Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/9/2019) siang.

Selain itu, ia menjelaskan kegunaan surat al-Humazah ayat 1-9 yang membahas tentang pengumpat dan pencela. Begini: “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya dan mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Hutamah. Dan tahukan kamu apakah Hutamah itu? (Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedangkan mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.”

Menurut Habib Abdurrahman al-Habsy, pesan surat ini sangat tepat pada zaman modern seperti sekarang, penting sekali bagi kaum muslim untuk mengambil pelajaran dari Surat Humazah ini. Karena di tengah-tengah masyarakat ada humazah dan lumazah.

“Pada zaman Rasulullah SAW, ada orang-orang yang termasuk jenis humazah-lumazah. Zaman modern sekarang pun juga ada. Seringkali mereka berusaha mengecoh kita dengan penampilannya. Misalnya, ikut pengajian, mengenakan baju koko dan lain-lain, padahal kehadirannya bukan untuk mencari kemaslahatan, melainkan untuk merusak,” paparnya.

“Humazah adalah orang yang mengabaikan dirimu saat engkau tidak bersamanya. Dengan kata lain, ghibah (orang yang suka membicarakan kejelekan orang lain). Sedangkan lumazah adalah orang yang menjelekkan engkau di wajahmu (ngomong langsung),” imbuhnya.

Di sisi lain, tafsir Ibnu Katsir juga menjelaskan perbedaan al-Lammaz (humazah) dan al-Lammaz (lumazah). Yang pertama adalah melalui ucapan, sementara yang kedua melalui perbuatan. Makna yang dimaksud ialah tukang mencela orang lain dan menjatuhkannya. Penjelasan mengenai maknanya sudah disebutkan dalam Surat al-Qalam ayat 11, yaitu: ‘yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur hasutan’.

Selanjutnya, bagi Ibnu Abbas bahwa humazah-lumazah artinya tukang menjatuhkan orang lain lagi pencela. Dan tak lupa pula, Ar-Rabi’ Ibnu Anas juga mengatakan bahwa al-humazah mengejek di hadapan, sedangkan lumazah mengejek dari belakang.

“Kedua jenis orang tersebut, humazah maupun lumazah diancam oleh Allah dengan neraka wail. Nah, sekarang ini banyak sekali acara lumazah, antara lain di televisi, dan youtube. Acara tontonan lumazah di youtube dan televisi kita banyak sekali. Kalau terus-terusan ditonton, maka Allah akan memberikan bencana,” bebernya.

Sebelum pengajian itu berakhir, ia bahkan sempat mengingatkan pentingnya umat Islam berhati-hati terhadap orang-orang yang termasuk jenis humazah dan lumazah.

“Surat Humazah sangat erat dengan kondisi saat ini,” pungkasnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

four × 4 =