Cancel Preloader

Gusdurian Sabet Penghargaan Kemanusiaan dalam Penutupan Tunas 2020

 Gusdurian Sabet Penghargaan Kemanusiaan dalam Penutupan Tunas 2020

Gusdurian

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Rangkaian Acara Temu Nasional (Tunas) Gusdurian pada tahun 2020 yang diselenggarakan selama 10 hari menyisakan berbagai kesan. Khususnya pemberian penghargaan Gusdurian Awards yang menjadi penghargaan pertama kali selama kegiatan Tunas.

Gusdurian Awards, terdiri dari tiga elemen, yakni Gusdurian individu atau penggerak Gusdurian, komunitas Gusdurian, dan lembaga yang lahir dari inspirasi Gusdur. Tiga elemen ini menjadi kategori Gusdurian Awards. Pemberian Gusdurian Awards dibacakan oleh Buya KH Husein Muhammad saat penutupan Tunas 2020, Rabu (16/12/2020).

Di antara elemen yang mendapat Gusdurian awards, yaitu: kategori komunitas gusdurian diberikan kepada Komunitas Gusdurian Semarang. Kategori lembaga yang lahir dari inspirasi Gus Dur diberikan kepada Institute Mosintuwu Poso, Sulawesi Tengah, serta kategori individu/ penggerak Gusdurian diberikan kepada Lian Gogali, perempuan asal Poso yang terus gencar dalam memperjuangkan kerja-kerja kemanusiaan yang selama ini terus dilakukan.

Penghargaan ini bukanlah sebuah final bagi mereka yang sudah menerima. Tetapi menjadi hutang kerja kemanusiaan yang harus terus dilakukan agar bisa bermanfaat bagi sesama, masyarakat, bangsa dan Negara. Hal tersebut diungkapkan oleh Lian Gogali selaku orang yang menerima penghargaan Gusdurian.

Sambutan Keluarga Besar Atas Gusdurian Award

Penghargaan Gusdurian ini juga mendapat apresiasi luar biasa dari keluarga besar Ciganjur, khususnya Ibu Nyai Shinta Nuriyah Wahid. Dalam sambutannya, ia memberikan ucapan selamat. Menurutnya, keberhasilan yang diraih bukanlah sekedar piagam, melainkan menjadi obor yang menjadi penyulut untuk memperjuangkan kemanusiaan lebih besar. Seperti yang dicontohkan oleh Gus Dur.

Sementara Alissa Wahid, selaku Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian turut memberikan apresiasi atas penghargaan Gusdurian, segala penghargaan yang didapatkan oleh para kategori menjadi suatu hal yang bisa meningkatkan kerja-kerja kemanusiaan.

Rangkaian Tunas Gusdurian pada tahun 2020 selama 10 hari ini menjadi acara yang begitu panjang dengan berbagai kegiatan. Mulai dari acara pembukaan, forum isu strategis, forum penguatan jaringan, ziarah pemikiran, ruang inspirasi, ruang berbagi, penggung budaya, konferensi pers, penutuan serta haul Gus Dur.

Kegiatan ini tidak serta merta berjalan begitu saja tanpa kehadiran para pemateri yang ahli. Mulai dari kehadiran Ibu Susi Pujiastuti, Khofifah Indar Parawansa, segenap tokoh intelektual, influencer, komedian, budayawan, dan lainnya.

Temu Nasional Jaringan Gusdurian pada tahun 2020 ini mengangkat tema “Menggerakkan Masyarakat, Memperkuat Indonesia”. Tema ini diambil bukanlah sebagai harapan semata, melainkan sebuah semangat baru, bagi bangsa, khususnya bagi gusdurian untuk selalu memahami perbedaan dalam keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia.

Muallifah

Muallifah

Mahasiswa S2 Universitas Gajah Mada, Penulis lepas

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

11 − five =