Gus Yaqut Minta Seleksi CPNS Diperketat untuk Cegah Radikalisme

 Gus Yaqut Minta Seleksi CPNS Diperketat untuk Cegah Radikalisme

Ketua Umum Pemuda GP Anshor yakni Gus Yaqut Minta Agar Seleksi CPNS Diperketat untuk Cegah Radikalisme yang Selama Ini Semakin Bertambah

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut meminta pemerintah untuk memperketat proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2020 yang sedang berlangsung.

“Terutama melakukan penyaringan terhadap CPNS yang intoleran dan berpaham radikal,” tegas Gus Yaqut seperti dikutip Hidayatuna.com, Sabtu (8/2/2020).

Menurut dia, Pemerintah memang sudah perlu melakukan sejumlah antisipasi terhadap proses seleksi agar tidak kecolongan tersusupi CPNS yang intoleran dan berpaham radikal, atau malah sudah terafiliasi dengan organisasi radikal.

“Kalau perlu dilakukan screening terhadap CPNS yang sudah lolos tes tahap pertama sebelum mengikuti tes selanjutnya,” ujar Ketua Umum GP Ansor itu.

Hal ini penting, kata dia, mengingat ada banyak kasus dugaan ASN yang terpapar paham radikal belakangan ini.

“Harus ada langkah preventif. Tidak cukup, misalnya, dengan menandatangani pernyataan mengakui Pancasila dan NKRI saja. Sudah banyak contoh, PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) terpapar radikalisme,” katanya.

“Perlu ada peraturan pemerintah yang mengatur soal ini,” imbuh Gus Yaqut.

Mengutip survei Alvara Research Center, Gus Yaqut mengatakan, banyak PNS tidak setuju dengan ideologi Pancasila namun setuju dengan ideologi Islam.

“Bahkan, tak sedikit PNS yang setuju dengan model khilafah sebagai bentuk negara, daripada NKRI,” katanya. (AS/HIDAYATUNA.COM)

Mengutip survei Alvara Research Center, Gus Yaqut mengatakan, banyak PNS tidak setuju dengan ideologi Pancasila namun setuju dengan ideologi Islam.

“Bahkan, tak sedikit PNS yang setuju dengan model khilafah sebagai bentuk negara, daripada NKRI,” katanya. (AS/HIDAYATUNA.COM)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *