Gus Yahya: NU Ingin Bangun Kemandirian dan Perdamaian Dunia

 Gus Yahya: NU Ingin Bangun Kemandirian dan Perdamaian Dunia

Gus Yahya Jelaskan Agenda Besar NU kepada Dubes Prancis (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengukapkan bahwa NU harus memiliki kepercayaan diri untuk membangun kemandirian.

“PBNU tidak harus ikut Saudi, Emirat, Mesir, Yaman. Kita harus mandiri dalam wawasan keagamaan kita. Sudah terbukti, belahan dunia lain itu gagal dalam menjawab persoalan-persoalan mereka sendiri. Kita yang harus membantu mereka untuk menjawab masalah-masalah mereka. Ini kepercayaan diri yang harus kita tumbuhkan,” kata Gus Yahya dalam tayangan di TV9, dikutip Senin (17/1/2022).

Menurut Gus Yahya, kemandirian harus dimaknai dari berbagai dimensi. Dalam dimensi wawasan keagamaan. Kemandirian NU pada dimensi pertama ini harus diwujudkan. Caranya, NU tidak perlu mengekor kepada agenda-agenda Islam dari belahan dunia Muslim lain.

“Dunia sedang berkecamuk. Masing-masing negara tengah melakukan persaingan untuk membangun berbagai pengaruh, termasuk pengaruh politik dan menjadikan wacana keagamaan sebagai salah satu kendaraannya,” ungkapnya.

Maka dari itu, menurut Gus Yahya, untuk mencapai hal tersebut, perlu berani mencanangkan visi pengembangan ekonomi yang bisa memberdayakan warga. Bahkan, pemberdayaan kapasitas organisasi.

“Kita ini sangat dibutuhkan oleh semua pihak. Kita harus berani bekerja sama dengan semua pihak. Kita harus berani untuk mengajak semua pihak ikut bekerja untuk membangun kapasitas sosial-ekonomi dari warga NU supaya lebih kuat,” terangnya.

Gus Yahya menjelaskan soal perdamaian dunia. Ia menegaskan bahwa NU memiliki mandat peradaban, sehingga perlu berupaya keras untuk mencegah berbagai konflik yang terjadi di level global.

“Kita sedang menghadapi perubahan yang sangat fundamental. Di antaranya adalah konflik global. Kita semua harus berupaya keras untuk mencegahnya,” tegasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

20 − six =