Gus Yahya Canangkan Program dengan Sejumlah Kementerian

 Gus Yahya Canangkan Program dengan Sejumlah Kementerian

Gus Yahya (Ilustrasi/Hidayatuna)Ketetapan Allah

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan salah satu agenda PBNU. Masa khidmah 2022-2027 dalam waktu dekat adalah melakukan pemberdayaan pengurus cabang (PCNU) dan pengurus wilayah (PWNU) seluruh Indonesia secara merata.

“Ada program hutan sosial, dekarbonisasi, peremajaan kebun sawit untuk petani kecil, dan pengembangan kampung nelayan yang sangat potensial. Insyaallah bisa kita distribusikan kepada 200 cabang se-Indonesia, sampai titik ini. Alhamdulillah dalam waktu sebulan sudah dapat program untuk 200 cabang,” kata Gus Yahya, dikutip Kamis (03/02/2022).

Gus Yahya mengatakan forsir tahun ini agar setiap cabang dan wilayah mendapatkan bagian program. Dari agenda-agenda nasional yang dibangun oleh PBNU.

Ia lantas mengapresiasi sejumlah pengurus yang telah bekerja keras untuk melakukan kerja sama dengan beberapa Kementerian. Di antara pengurus itu adalah Wakil Ketua Umum PBNU H Nusron Wahid, Ketua PBNU Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid. Lalu Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf, Bendahara PBNU Nasyirul Falah Amru, dan Ketua PBNU Arif Rahmansyah Marbun.

Penandatanganan MoU dengan Pihak Ketiga

Berkat kerja-kerja yang dilakukan para pengurus yang disebutkan Gus Yahya, saat ini PBNU telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Beberapa program dari kerja sama ini akan didistribusikan ke setiap cabang se-Indonesia.

Ia berharap agar dalam waktu tidak lama lagi sebanyak 512 PCNU, 34 wilayah, dan 30 PCINU. Masing-masing akan mendapatkan bagian dari program yang digulirkan PBNU.

“Insyaallah dalam waktu 4-5 tahun kedepan atau satu semester ini kita sudah berhasil dan bisa memenuhi target. Supaya setiap cabang se-Indonesia mendapatkan bagian program yang sudah bergulir,” jelas Gus Yahya.

Gus Yahya menekankan agar dalam pelaksanaan semua program atas kerja sama dengan berbagai pihak itu. Para pengurus NU dapat melaksanakan secara profesional dan akuntabel. Kelak, para pengurus harus sungguh-sungguh mempertanggungjawabkan seluruh program kepada partner kerja sama.

“Jadi ini tidak boleh hanya tanda tangan MoU, setelah itu kita minta sumber daya program-program lalu kita biarkan berlalu begitu saja. Tetapi nanti pada setiap termin program harus ada pelaporan. Dengan begitu, akan ada kebutuhan untuk terus memonitor, mendampingi, dan mengevaluasi proses pelaksanaan program-program itu di cabang-cabang nantinya,” tandasnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *