HIDAYATUNA.COM, Jombang — Selain seminar, juga akan diperingai 35 tahun NU menerima Pancasila, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) berencana mengadakan seminar untuk menyamakan pandangan tentang radikalisme pada 21 Desember 2019 mendatang, yang akan diadakan di Pondok Pesantren Tebuireng.

“Ada silang pendapat tentang pengertian radikalisme, mau kami cari kesepakatan bersama,” ungkapnya, Minggu (01/12/2019).

Pada acara Seminar Nasional yang bertema ‘Silang Pendapat Makna Radikalisme’ itu, ia akan mengundang Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Suhardi Alius, Rais Syuriah PBNU KH Afifuddin Muhajir, Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni, Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Salim Segaf Al Jufri, dan Rektor UIN Sunan Ampel Masdar Hilmy.

Selain itu, ia mengatakan, para narasumber akan menyampaikan pandangannya terkait Islam radikal dari segi budaya, agama, dan politik. Selain itu juga akan dibahas tentang pendidikan Islam wasathiyah.

“Karena kalau kita ngomong islam radikal, yang seperti apa Islam radikal. Apakah Islam radikal boleh apa tidak. Ini bisa banyak pendapat,” ujarnya.

Perlu adanya ukuran yang jelas mengenai radikalisme ini. Sebab, katanya, setiap orang punya persepsi berbeda untuk mengukurnya. Bahkan, ia mengambil contoh hasil survei yang menyatakan kampus Institut Teknologi Bandung sudah terpapar paham radikalisme.

“Saya tanya kawan saya yang jadi profesor, kan alumni ITB, ada enggak (yang terpapar radikalisme)? Kalaupun ada tidak sehebat yang dibayangkan orang. Ini kan berbeda caranya mengukur.”

Baca Juga :  Kunjungi Tiongkok 10 Santri Indonesia kenalkan pendidikan Islam