Gus Muwafiq Ingatkan Jangan Sembrono Bikin Hukum Haram

 Gus Muwafiq Ingatkan Jangan Sembrono Bikin Hukum Haram

Gus Muwafiq Ingatkan Jangan Sembrono Bikin Hukum Haram

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Pendakwah kondang, KH. Ahmad Muwafiq atau dikenal dengan sebutan Gus Muwafiq menanggapi kebijakan pemerintah yang menyamakan rokok dengan narkoba.

Menurutnya menghukumi rokok sama dengan narkoba adalah tindakan sembrono. Ia berpandangan bahwa kalau memang hukum rokok sama dengan narkoba, maka pemerintah sebaiknya menolak cukai rokok.

“Lha orang sekarang lupa, haram rokoknya cukainya mau. Ini ndak istiqomah. Bank haram tapi pakai uang. Lho uang itu produksi bank, bukan produk KUD. Maka kyai ulama-ulama kita ini selalu dianggap tidak revolusioner,” kata Gus Muwafid dalam video ceramahnya dikutip Rabu (24/5/2023).

Dalam kasus ini mestinya bisa belajar dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari. Dimana saat beliau melawan Belanda, beliau istiqomah dalam memegang teguh keyakinannya.

Dimana saat melawan Belanda, Syeikh Hasyim Asy’ari menggunakan hadist Nabi “man tasyabbaha biqoumin qowwa minhum”, yang diartikan oleh Syeikh Hasyim Asy’ari kurang lebih adalah, “Barang siapa yang menyerupai Belanda, dia sama dengan Belanda.”

Dan itu benar-benar dilakukan oleh Syeikh Hasyim Asy’ari. Hal itu ia contohkan, ketika Belanda memakai uang gulden, saat untuk membayar pajak, beliau menolak memakai uang gulden.

“Kalau mau sapi, ambil. Kalau mau beras, ambil. Tapi kalau mau pakai gulden saya ngga mau, karena saya sudah mengharamkan apapun yang terkait sama Belanda,” tegasnya.

Kaitanya dengan menghukumi rokok, maka pemerintah sebaiknya juga melakukan hal sama.

Ketika mereka menyamakan rokok dengan narkoba, maka pemerintah juga tidak boleh menerima cukainya.

“Kalau sudah mengambil hukum agama konsekuensinya syar’i. Kalau konsekuensinya syar’i ndak bisa macem-macem. Bank harom, ndak bisa. Kalau bank harom, baca quran harom. Karena seluruh percetakan quran, utang bank dulu sebelum dibeli oleh negara,” jelasnya.

“Jadi jangan sembrono ketika bikin hukum haram. “Kami ngga suka”, udah gitu aja kan bisa,” tandasnya. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *