Gus Miek, Ulama Teladan yang Lahir Pada HUT RI

 Gus Miek, Ulama Teladan yang Lahir Pada HUT RI

Syaikh KH Hamim Jazuli (Gus Miek). Ilustrasi/Hidayatuna

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Belum banyak yang tahu bahwa Hadlrotusy Syaikh KH Hamim Jazuli atau Gus Miek lahir pada tanggal 17 Agustus 1940 di Ploso Kediri Jawa Timur. Beliau lahir tepat lima tahun sebelum bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

Dikisahkan, pada saat mengandung jabang bayi Gus Miek, ibunda beliau sering sekali mengalami mimpi yang amat dahsyat dan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Menjelang Kelahiran Gus Miek, ada orang misterius yang tidak pernah diketahui identitasnya hingga saat ini dan memang belum pernah dikenal sebelumnya oleh keluarga beliau.

Tiba-tiba menitipkan gabah dalam jumlah yang sangat banyak. Tamu misterius tersebut hanya berpesan untuk menyambut kelahiran jabang bayi tersebut. Subhanallah, subhanallah.

Ternyata bayi tersebut adalah bayi istimewa, yang merupakan salah satu priyogung ajaib yang pernah Gusti Allah anugerahkan untuk bangsa Indonesia. Salah satu karomah beliau adalah mahakarya yang berupa Jamaah Dzikrul Ghofilin dan Jantiko Mantab.

Keduanya tidak pernah henti-hentinya melantunkan ayat-ayat suci Alquran dan mengumandangkan dzikir dari masa ke masa.

Kini, Guru Mulia kita telah berpulang ke kampung abadi pada tanggal 5 Juli 1993, dan kelak kita akan menyusul beliau. Namun, keharuman nama dan hasil perjuangan beliau tetap hidup lestari dalam sanubari para murid, pengikut dan pecinta beliau.

Matur suwun ya Syaikhina semoga Gusti Allah senantisa menempatkan panjenengan diantara kekasih-kekasihNya.

Selamat ulang tahun, Mbah Yai Miek, teladan panjenengan selalu hidup dan terpatri di seluruh sendi-sendi hidup kami. Khushushon ila ruhi Guru Mulia Mbah Yai Hamim Jazuli wa zawjatihi, wadzurriyatihi, wa furu’ihi, wa silsilatihi binuri, wabi syafa’ati wa bikaromati Al Fatihah…

Panjenengan adalah anugerah dari Gusti Allah untuk Bangsa Indonesia

Shuniyya Ruhama

Pengajar Ponpes Tahfidzul Quran Al Istiqomah Weleri-Kendal

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × 3 =