Gus Baha Ungkapkan Ciri-ciri Orang Salih

 Gus Baha Ungkapkan Ciri-ciri Orang Salih

Gus Baha (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Gus Baha menceritakan sebuah kisah seorang sahabat dalam sebuah hadis, ia adalah Anas bin Malik. Gus Baha membaca hadis itu sampai menangis.

Anas bin Malik saat itu merupakan anak kecil yang alim, ia menjadi orang dalamnya Nabi Saw. Ketika Nabi Saw sudah uzur dan menjelang wafat beliau, setiap bertemu Anas maka beliau akan menasihati.

“Ya Anas, jika kamu ingin menjadi orang baik, pagi-sore jadi orang baik, yang penting saat pagi atau sore hiduplah seperti biasa. Yang penting hatimu tidak ada niat buruk terhadap orang Islam. Dan itu adalah sunnahku,” kata Rasulullah saat itu kepada Anas bin Malik saat dewasa.

Gus Baha menjelaskan, maksud perkataan Rasulullah Saw itu adalah hidup seperti biasa, melakukan segala sesuatu seperti pada umumnya. Adapun tidak ada niat buruk ialah tidak mendengarkan keburukan orang salih.

Sebab ciri utama orang salih ialah tidak mendengar keburukan orang salih lainnya. Tapi, lanjut Gus Baha, sekarang zaman sudah rusak, menyebar keburukan orang lain justru bangga. 

Jangan Membuka Keburukan Orang

Nabi Muhammad Saw bersabda dalam hadis Sahih Muslim: “Jika ada orang berkomentar bahwa manusia sedunia rusak, tidak ada yang benar, maka dialah orang yang paling rusak.” Mengapa demikian?

Gus Baha menjelaskan, yang pertama karena ujub, dan kedua tuduhannya belum tentu benar. Maka agar hati selamat, selimuti dengan rasa syukur yang dalam, daripada komentar sana-sini apalagi komentar di media sosial. 

“Ciri-ciri utama orang baik itu menutupi keburukan sesama muslim. Sekarang orang suka mengumbar keburukan sesama muslim, sedangkan pintu surga tidak akan dimasuki oleh orang yang suka mengadu domba,” ujar ulama kharismatik asal Rembang itu.

Menurut Gus Baha, taat di zaman akhir ini harus dilatih. Sebab ciri utama nasihat itu harus dilatih, jangan sampai suka meneliti keburukan orang lain.

“Kalau masih bisa bersyukur dan tidak suka mengomentari kejadian yang dikehendaki Allah, maka aku dekat dengan Allah. Tapi jika selalu mengeluh berarti tidak diha atas apa yang dikehendaki Allah SWT.,” katanya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 + 12 =